Breaking News

Pelayanan Berantakan, Desy Ratnasari Minta TNI Amankan Jemaah Haji Indonesia

Desy Ratnasari (Anggota Komisi VIII DPR RI): Calon jemaah haji dikasih nasi basi, tak layak.

Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari mengungkapkan, pelayanan jemaah haji Indonesia masih berantakan. Selain pelayanan pemondokan, jemaah juga dikasih nasi basi, serta tingkat keamanan dan pengamanan jemaah yang tidak terjamin.

 

Karena itu, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) itu meminta angar personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan para petugas pelayanan haji ditambah dan ditingkatkan kwalitas pelayannnya.

 

“Ada satu regu berjarak 300 meter dari pemondokan jemaah haji. Itu jauh, tidak efektif. Seperti pada pemondokan haji JKS 65. Selain itu, para jemaah dari kloter 13 mendapat makanan berupa nasi basi atau tak layak konsumsi. Nasinya tidak tanak serta kondisi lauk pauknya yang hampir tidak layak makan karena berair. Mungkin karena disebabkan kondisi lauk pauk yang masih panas langsung dikemas dan ditutup,” ujar Desy Ratnasari, Minggu (11/9/2016).

 

Temuan itu, lanjut Desy, diperolehnya setelah turun ke lapangan melihat persiapan dan pengawasan terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2016. Pada kesempatan itu, Desy bersama rombongan mengunjungi pemondokan Jemaah haji JKS 13 dari Kabupaten Sukabumi dan pemondokan JKS 65 Jemaah Kota Sukabumi, Jawa Barat.

 

Dari pemantauannya, serta dialog yang dilakukan dengan para calon jemaah haji, Desy menemukan sejumlah pelayanan yang sangat tidak layak terhadap pelayanan haji tahun ini.

 

“Dari hasil dialog dengan jamaah dan Daerah Kerja (Daker) Mekkah Bidang Makanan, mereka selaku panitia teknis penyelenggaraan haji,  secara umum ada 4 permasalahan katering jamaah haji, yang pertama bahan baku makanan para jamaah tidak segar, atau menggunakan bahan makanan beku. Kedua, pengolahan makanan yang tidak tepat. Ketiga, waktu pengolahan hingga penyajian terlalu lama dan keempat terlambat distribusi,” ungkap Desy.

 

Selain itu, dia menyampaikan, dari catatannya, untuk panitia penyelenggara ibadah haji tahun 2016 ini perlu ditingkatkan pengawasan terhadap persiapan, penyajian dan distribusi katering jamaah.

 

“Perlu peningkatan sistem pendataan jamaah yang terus terbaharui secara mendetail sehingga memudahkan menemukan informasi jamaah,” ujarnya.

 

Secara khusus, artis pelantun tembang tenda biru itu meminta perlunya tambahan personil TNI/Polri dalam pelayanan keamanan jemaah haji Indonesia.

 

“Perlu adanya penambahan personil TNI/Polri untuk melakukan perlindungan terhadap jamaah haji. Karena ditemukan ada beberapa kasus penjambretan, kecelakaan atau tabrak lari. Ada juga oknum petugas pendorong kursi roda jamaah yang tidak bertanggungjawab, dan penyusupan ke pemondokan jamaah,” pungkas dia.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*