Breaking News

Pedagang Kaki Lima Berhak Memiliki Rumah Sendiri

Pedagang Kaki Lima Berhak Memiliki Rumah Sendiri.

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku perekonomian Rakyat lainnya berhak memiliki rumah milik sendiri. Karena itu, pembangunan kebutuhan papan bagi sektor ini pun harus diwujudkan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Asoasiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun saat menjalin kerjasama pembangunan perumahan bagi PKL di Lapangan Parkir Pasar Rau, Kota Serang, Banten, Jumat, 11 Mei 2018.

Penandatanganan kerjasama APKLI itu dilakukan dengan PT Ataska. APKLI diwakili Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun dan Todora Mirosclav Radisic selaku Direktur PT Astaka. Kerjasama itu juga disaksikan Presiden Komisaris PT Ataska Miladin Mirosclav Radisic, Direktur Utama PT Ataska H Mursalim, Waketum DPP APKLI Wahyudi, Ketua DPP APKLI, Boy F Tarigan dan M Yasin, Wabendum DPP APKLI Agustina, Ketua DPD APKLI Kota dan Kabupaten Serang, H Maksudi dan Hendra Gunawan, Jajaran DPD APKLI Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, beserta PKL Pasar Rau Serang, Banten.

“PKL dan rakyat berhak punya rumah milik sendiri di tanah air, di republik ini, di negaranya sendiri. APKLI tidak ingin rakyat kita dari lahir hingga meninggal dunia beserta keluarganya hidup di kos-kosan, hidup di kontrakan bahkan menjadi tuna wisma,” tutur Ali Mahsun.

Oleh karena itu, lanjut dia, sebagai salah satu Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia yang ditelurkan dari Munas V APKLI tahun 2017, PKL pun perlu melakukan Revolusi Perumahan Kaki Lima Indonesia.

Dia mengapresiasi dan berterimakasih atas penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengadaan Perumahan Kaki Lima Indonesia antara APKLI dengan PT Ataska itu.

“Dengan harapan kerjasama ini segera bisa kita wujudkan, dan PKL serta Rakyat kita bisa menikmati rumah milknya sendiri,” ujarnya.

Pria yang disebut sebagai Presiden Kawulo Alit ini menambahkan, dari sejumlah perkunjungannya di berbagai daerah, hampir semua pedagang dan ekonomi rakyat berada di kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat.

Dia mengungkapkan, omset para PKL anjlok dikarenakan daya beli masyarakat semakin menurun. “Oleh karena itu, saya sampaikan kepada PKL, petani, nelayan dan pelaku ekonomi rakyat, para kawulo alit atau para wong cilik, harus tetap berjualan dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Ali.

Ali pun menyampaikan, pihaknya akan fokus juga mewujudkan Perumahan Kaki Lima. “Saya  minta segera dibangun sepuluh ribu  rumah untuk PKL dan pelaku ekonomi rakyat,” katanya.

Bentuk rumah yang dimaksud, lanjut dia, adalah kluster. Dia menjelaskan, ada beberapa tipe rumah PKL. Ada tipe 22 m bangunan di atas tanah 40 m2, harganya di bawah Rp. 100 juta dengan cicilan kurang dari Rp. 700 ribu per bulan.

Ada tipe 27 m di atas tanah 60 m2 harganya sedikit di atas Rp. 120 juta cicilannya kurang dari Rp 900 ribu per bulannya. Bagi PKL dan pelaku ekonomi rakyat yang omsetnya besar bisa mengambil rumah tipe 39 m di atas tanah 72 m2.

“Supaya tidak salah faham bagi APKLI dan PKL maupun pelaku Ekonomi Rakyat, saya ingin menambahkan apa yang disampaikan oleh Pak Miladin Mirosclav Radisic, Presiden Komisaris PT Ataska, rumah ini bentuknya kluster,” ujarnya.

Dia mengumumkan kepada PKL dan Pelaku Ekonomi Rakyat di Serang Banten telah dibuka Kantor Pemasaran minimal lima tempat. Ali pun mengingatkan, diberikan waktu 24 jam bagi PKL dan Rakyat untuk hadir mendaftarkan pembelian Perumahan Kaki Lima Indonesia di Serang.

“Ada 3  lokasi Bapak-Ibu sekalian, di Kecamatan Kasemen, di Kramatjati dan di Petir Kota dan Kabupaten Serang Provinsi Banten,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*