Breaking News

Optimalkan Pengamanan, Divisi Infanteri 2 Kostrad Terima Alutsista Berupa Roket Astros

Kasad Pimpin upacara alih Kodal Yonarmed-1 Roket dari Kodam V Brawijaya ke Kostrad.

Untuk mengoptimalkan pengamanan, Divisi Infanteri 2 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menerima alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa roket Astros dari Kodam V/Brawijaya.

Proses alih komando dan pengendalian roket tersebut dilaksanakan Rabu (30/03/2016) di Lapangan Bela Negara Rampal, Kota Malang, Jawa Timur.

Serah terima salah satu senjata andalan milik Kodam V/Brawijaya itu dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Perlu diketahui sistem persenjataan (Sista) roket Astros tersebut memiliki spesifikasi canggih dalam mendukung pertahanan dengan Multi Launcher dan Multi Kaliber yang dapat menjangkau sasaran hingga jarak 300 Kilometer jauhnya.

Tak hanya itu, roket Astros juga memiliki chasis 6 x 6 dan 4 x 4 yang dapat digunakan di berbagai medan pertempuran serta mudah diangkut oleh pesawat udara sehingga memudahkan mobilitas roket Astros II ke wilayah yang membutuhkan.

Menurut KSAD, alih Kodal ini merupakan bagian dari upaya penataan organisasi TNI Angkatan Darat dalam kerangka Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum  atau Minimum Essential Force (MEF) yang dilaksanakan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan sesuai dengan kebijakan strategis TNI AD tahun 2010 – 2029.

“Restrukturisasi TNI AD sebagai kelanjutan dari penataan organisasi internal pembangunan kekuatan pokok minimum merupakan hal mutlak untuk mewujudkan Kemantapan dan Kesiapsiagaan Operasional menuju Postur TNI AD,” terang Jenderal TNI Mulyono.

KSAD juga menambahkan, khususnya kepada Kodam V/Brawijaya sehubungan dialihkodalkannya Yonarmed-8/105 dari Divisi Infanteri 2 Kostrad dapat dibina dengan sebaik mungkin sesuai dengan tuntutan tugas di wilayah.

“Alih Kodal pada tingkat Komando Utama ini nantinya juga akan membawa dampak teknis hingga ke satuan-satuan dibawahnya. Oleh karenanya, proses alihkodal ini hendaknya dipahami sebagai sebuah upaya optimalisasi pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Darat secara umum, sehingga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” jelas dia.

Selain itu, menurut Jenderal TNI Mulyono, perkembangan lingkungan strategi yang terjadi saat ini, baik dalam skala global, regional maupun nasional, menunjukkan adanya koneksitas antar berbagai peristiwa yang wajib dipahami.

Bahkan, potensi adanya ancaman yang terjadi di suatu wilayah dapat dipolitisir menjadi ancaman berskala nasional yang membahayakan kedaulatan negara.

“Disintegrasi bangsa masih menjadi tujuan dan sasaran upaya pihak-pihak yang berseberangan dengan NKRI. Karena itu, setiap Komando Utama Operasional TNI, baik kekuatan terpusat maupun kewilayahan harus mampu mengambil langkah-langkah antisipatif dan preventif untuk menghadapi berbagai potensi ancaman tersebut,”  Papar KASAD.

Melalui kegiatan alih kodal tersebut, Jenderal TNI Mulyono berharap adanya penataan tersebut, TNI-AD mampu menghasilkan satuan-satuan yang lebih efisien dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas.

“Restrukturisasi TNI AD sebagai kelanjutan dari penataan organisasi internal pembangunan kekuatan pokok minimum merupakan hal mutlak untuk mewujudkan Kemantapan dan Kesiapsiagaan Operasional menuju postur TNI AD yang ideal,” ujarnya.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*