Breaking News

Oknum Marinir Menculik dan Menganiaya Anak di Bawah Umur, Laporan ke Polsek Mampang Prapatan Didiamkan Polisi

Oknum Marinir menculik dan menganiaya anak di bawah umur, laporan di Polsek Mampang Prapatan mandeg.

Kinerja penyidik kepolisian di Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dipertanyakan, lantaran laporan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota Marinir terhadap seorang anak di bawah umur tidak juga diproses.

Entah karena si pelaku penganiayaan adalah oknum anggota Marinir sehingga penyidik kepolisian tidak menjamah laporan, namun pemenuhan rasa keadilan dan penganiayaan terhadap anak itu tidak juga membuat penyidik kepolisian di Polsek Mampang Prapatan itu bergegas melakukan pengusutan.

Lembaga Bantuan Hukum Integritas yang mendampingi dan membuat laporan penganiayaan ke Polsek Mampang itu pun mempertanyakan kinerja penyidik kepolisian.

“Mengapa tak digubris laporan ini? Ada apa? Padahal, terhitung sejak 13 Maret sampai Bulan Mei ini, laporan kami tidak ditanggapi dan tidak ditindaklanjuti oleh polisi di Polsek Mampang Prapatan. Apakah karena pelaku penganiayaan itu ada oknum Marinir sehingga tidak dijamah?,” ujar Ketua Tim Advokasi LBH Integritas William Benyamin Robert, di Jakarta, Jumat (13/05/2016).

Willian Benjamin menyampaikan, di dalam laporan, pasal yang harus disangkakan terhap pelaku adalah Pasal 80, Pasal 83 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 170 Jo 354 KUHP.

Selain pihak Kepolisian harus segera menindaklanjuti laporan penganiayaan itu, dia berharap, pihak yang terlibat pun segera diseret ke meja hijau.

Sebelumnya, LBH Integritas telah melaporkan adanya penganiayaan anak di bawah umur bernama Muhammad Risqy (14) tahun. Berdasarkan pengakuan korban, pada Senin (13 Maret 2016) pukul 13.30 WIB, telah terjadi penganiayaan itu di halaman belakang Cafe Prestige yang beralamat di Jalan Kemang Utara Nomor 5 E, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dilaporkan, sebanyak tiga orang laki- laki melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Risqy. Di laporkan, bahwa tiga pelaku penganiayaan itu adalah satu orang oknum Marinir dan 2 orang lainnya adalah karyawan di Cafe Prestige.

Kejadian bermula ketika korban dituduh melakukan pencurian minuman keras yang tersimpan dalam gudang Cafe Prestige. Ke tiga orang pelaku melakukan penjemputan paksa dari rumah korban tanpa memberikan pemberitahuan ataupun surat resmi kepada keluarga. Korban Muhammad Risqy dibawa oleh pelaku ke daerah Cafe Prestige dan langsung melakukan penganiayaan kepada korban selama kurang lebih 5 jam.

Dari keterangan Muhammad Amanda yakni saudara kandung korban yang meminta bantuan kepada LBH Integritas, dirinya mendapat kabar sekitar pukul 16.00 WIB dari seseorang yang memberitahu korban ada di daerah Kemang Utara, di depan Masjid Jami. Setelah mendapat informasi itu, Amanda dan anggota keluarganya bersegera menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, korban ditemukan dengan kondisi luka parah. Terjadi pembengkakan di dada, rambut digunting, serta kondisi fisik korban dalam keadaan sekarat.

Setelah melihat kondisi korban sekarat, pihak keluarga langsung membawa korban ke Puskesmas Mampang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Usai dibalut di Puskesmas, korban langsung di visum di Rumah Sakit Pertamina. Setelah melakukan visum, pihak keluarga beserta korban membuat laporan di Polsek Mampang Prapatan.

Atas laporan yang sudah disampaikan ke pihak Kepolisian, Kuasa Hukum Korban dari LBH Integritas William Benjamin Robert mengatakan, pihak Cafe Prestige juga harus bertanggung jawab dalam kasus penculikan, penganiayaan, pengroyokan anak di bawah umur yang dilakukan oleh karyawan Cafe Prestige di Kemang.

“Kami selaku kuasa hukum akan mengusut tuntas permasalahan hukum yang mengakibatkan kerugian kepada klien kami Muhammad Risqy 14 (tahun). Kami meminta Kapolsek Mampang melimpahkan perkara ini ke Mabes Polri, jika tidak mampu menangani perkara ini,” ujar William.

Direktur Advokasi LBH Integritas, Anggiat G.M.T Sinaga menambahkan, jika tidak segera diusut oleh Polsek Mampang, maka pihaknya akan segera melaporkan Kapolsek Mampang Prapatan dan anak buahnya yang menangani laporan itu ke ke Propam Mabes Polri.

Selain akan melaporkan kinerja polisi Mampang yang tidak profesional, menurut Anggiat Gabe, pihaknya juga akan melaporkan pelaku penculikan dan penganiayaan anak di bawah umur yang merupakan salah seorang anggota Marinir itu ke instansi militer.

“Kami juga akan mendatangi dan melaporkan si oknum marinir itu ke Danuspomal Angkatan Laut terkait anggotanya yang melakukan penculikan dan penganiayaan itu,” pungkas Anggiat Gabe.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*