Breaking News

Nyusahin Rakyat Kecil, Selamatkan Indonesia, Hukum Mati Koruptor

Nyusahin Rakyat Kecil, Selamatkan Indonesia, Hukum Mati Koruptor.

Tindak pidana korupsi dianggap malah kian menjadi-jadi. Bukan hanya para pejabat dan wakil rakyat yang getol korupsi, ternyata mahasiswa pun sudah melakukan korupsi.

Rakyat kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) ketiban dampak buruk dan kesulitan hidup karena korupsi. Karena itu, para koruptor pun didesak agar diberikan hukuman mati, agar yang lainnya kapok atau jera untuk korupsi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun. Dia begitu geram dengan kian maraknya korupsi yang dilakukan hingga ke elemen terkecil pemerintahan, bahkan oleh mahasiswa.

“Korupsi bukan saja dilakukan oleh pejabat dan wakil rakyat, namun juga dilakukan mahasiswa dengan proposal fiktif bansos. Kian banyak koruptor, kian susah para pedagang kecil, kian sulit kehidupan rakyat kecil. Koruptor harus dihukum mati nih ,” ujar Ali Mahsun dalam Diskusi Pemuda dan Mahasiswa Se-Jabodetabek, yang diselenggarakan oleh Pemuda Bumi Putra Nusantara (PBPN), APKLI dan Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, di Hotel Sofyan, Cut Mutiah, Jakarta, Senin (16/07/2018).

Kebobrokan pejabat dan wakil rakyat, lanjut dia, terus terbongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, menurut Ali, tidak ada kapok-kapoknya.

“Bahkan belum lama terjadi OTT KPK terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI di rumah dinas Mensos. Sungguh sangat memalukan,” ujarnya.

Hampir tiap hari, PKL dan rakyat kecil menyaksikan bahwa para elit dan pejabat, serta mahasiswa ditangkapi karena korupsi. Kondisi itu menunjukkan tidak ada efek jera selama ini.

Yang paling miris, lanjutnya, rakyat kecil seperti diinjak-injak, karena uang negara dan uang masyarakat ternyata dikorupsi secara massif.

“Sebagai rakyat dan bangsa Indonesia wajah saya merasa disayat-sayat atas hal tersebut. Oleh karena itu, hukuman mati bagi koruptor sebagai solusi berantas korupsi yang saat ini makin meluas ke semua relung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Ditegaskan Ali, Negara Indonesia harus diselamatkan dari perilaku curang dan korupsi oleh para pejabat dan mahasiswanya. Mestinya, menurut dia, tidak ada ampunan secara hukum bagi para koruptor.

Hal yang sama sudah diperlihatkan oleh negara-negara yang dengan tegas menghukum mati para koruptor.

“Di Indonesia, kian banyak pejabat dan wakil rakyatnya tidak malu lagi melakukan korupsi. Kian terang-terangan, dan merasa tidak bersalah. Malah sepertinya bangga. Benar-benar tidak kapok. Harus diselamatkan Bangsa dan Negara Indonesia ini dari perilaku korupsi. Hukum mati koruptor, itu lebih efektif,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*