Breaking News

Ngaku Pengembang Rumah Dinas Kodim Seluruh Indonesia, Modus Nyari Duit

Ngaku Pengembang Rumah Dinas Kodim Seluruh Indonesia, Modus Nyari Duit.

Rudi Septiansyah, salah seorang kontraktor yang juga telah menyetorkan uang ke PT HAKA tak bisa menahan rasa dongkol dan sakit hatinya.

Dia bersama kawan-kawannya sesame kontraktor lainnya merasa ditipu dan tidak mendapatkan uang yang sudah disetorkannya kembali.

“Enggak nyangka aja saya kena tipu begini. Oleh pengembang yang mengaku akan membangun Rumah Dinas Kodim Seluruh Indonesia. Kami meminta uang kami dikembalikan,” tutur Rudi.

Rudi yang berdomisili di Depok, Jawa Barat itu tadinya akan mengambil proyek pembangunan itu di kampung halamannya di Sumatera Selatan.

Paling tidak, dirinya tadinya menyanggupi akan membangun perumahan Dinas Kodim di tiga Kodim di sana.

Rudi sendiri menyetor Rp 50 juta di awal untuk satu proyek 1 Kodim ke PT HAKA. Demikian pula dengan teman-temannya yang lainnya.

“Awalnya setor Rp 50 juta untuk per satu Kodim. Kemudian naik Rp 100 juta. Kemudian naik lagi, dan naik lagi, tetapi kok proyeknya enggak jelas-jelas kapan akan dilakukan,” ungkap Rudi.

Menurut dia, setiap kali ada kontraktor yang sudah setor, misalnya sebesar Rp 50 juta, kemudian menyatakan mengundurkan diri, maka pengembalian uangnya bertele-tele.

Nah, PT HAKA kemudian mengganti dengan kontraktor lain dan dimintai uang yang lebih besar dari uang setoran yang sudah dilakukan kontraktor terdahulu. “Untuk yang baru masuk bisa dinaikkan, ada yang jadi Rp 100 juta ke atas,” ungkapnya.

Saat ini, Rudi bersama 4 orang rekannya kontraktor yang sudah menyetorkan, masih mendesak PT HAKA mengembalikan uang mereka. “Jika tidak, maka segera kami juga akan melaporkan dan menggugat secara hokum,” ujarnya.

Setiap kali berkomunikasi dan menghubungi pihak PT HAKA, lanjut dia, selalu saja alasan-alasan tidak rasional dan cenderung meninggalkan kantor. Tidak ada kepastian. “Kabur-kaburan, hilang-hilangan. Kami tak yakin mereka developer yang benar. Kayaknya modus aja menipu dan ngumpulin uang gratisan,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, Presiden Direktur PT HAKA Husein Mas Ali, sejak tahun lalu tidak bisa dihubungi, dan tidak bisa ditemui di kantor PT HAKA. “Sering tidak diangkat teleponnya, tidak jelas keberadaannya dimana. Katanya ke luar negerilah, ke luar kotalah. Aneh,” ujar Rudi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*