Breaking News

Tak Suka Gaduh, Ikuti Karnaval, Nelayan Minta Pemerintah Fokus Urus Nawacita

Nelayan tak suka kegaduhan politik.

Nelayan Indonesia kecewa jika kegaduhan demi kegaduhan terus terjadi di Indonesia. Karena itu, pemerintah diminta untuk tetap fokus menjalankan program Nawacita yang telah digulirkan oleh Presiden Jokowi.

Koordinator Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru menyampaikan, salah satu elemen masyarakat yang paling dirugikan jika terjadi kegaduhan dalam pemerintahan adalah nelayan.

Menurut dia, nelayan yang selama ini sedang berpartisipasi untuk segera mewujdkan kesejahteraan dan program-program Nawacita yang pro nelayan menjadi terkendala hanya karena kegaduhan politik di negara ini.

“Kami mau sampaikan bahwa nelayan tidak mau ada kegaduhan-kegaduhan di negara ini. Program Nawacita jangan sampai terdegradasi hanya karena keribuan-keributan yang tidak menghasilkan apa-apa. Nelayan jadi korban juga pada akhirnya,” tutur Siswaryudi Heru, saat mengikuti Karnaval Nawacita, di Jakarta, Minggu (20/11/2016).

Dia meyakini, hampir semua elemen masyarakat Indonesia tidak membutuhkan kegaduhan yang berdampak pada tidak terwujudnya program kesejahteraan rakyat.

Karena itu, Siswaryudi menyampaikan, bahwa sebagai wujud kepedulian nelayan agar pemerintah terus fokus mengerjakan program pro rakyat, maka harus diciptakan kedamaian dan ketenangan dalam menjalankan visi misi.

Siswaryudi yang juga sebagai Ketua Sahabat Nelayan itu mengaakan sangat mendukung Karnaval Cinta NKRI  agar persatuan dan kesatuan dari seluruh Rakyat Indonesia yang sangat majemuk suku dan agamanya, menjadi ikatan dalam wadah NKRI.

“Karena nelayan Indonesia juga bagian tak terpisahkan dari kemajemukan Indonesia. Kita siap menjaga kesatuan dan persaudaraan di NKRI,” tukas anggota Kadin itu.

Minggu (20/11/2016), Karnaval Budaya Cinta NKRI digelar besar-besaran.

Ketua Umum Bara JP, Sihol Manullang mengatakan, Karnaval Budaya Cinta NKRI adalah salah satu wujd panggilan untuk menunjukkan agar semua anak bangsa  bergerak turun merawat dan menyiram pohon kebangsaan Indonesia yang sedang bertumbuh.

“Tugas kita untuk untuk menyiram pohon kebangsaan agar  daun-daun kebangsaan itu membawa kesejukan dan rindang kembali sehingga bisa meneduhkan semua anak bangsa,” kata Sihol Manullang.

Wakil Sekretaris Jenderal Bara JP Yayong Waryono juga mengatakan, jika dulu Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Syahrir telah menanam benih persatuan, maka sebagai pewaris kebangsaan tanggung jawab kita saat ini adalah merawat dan menyiram dengan kesejukan dan cinta agar persatuan dan kesatuan tetap utuh.

“Jangan berhenti menyiram kebhinekaan dengan kebaikan. Jangan pernah ragu bergerak merawat kebangsaan ketika Ibu Pertiwi memanggil. Politik boleh menghangat namun nilai kebangsaan kita harus tetap sejuk dan damai. Kita serukan agar kita tidak boleh tercerai-berai, caranya ya harus disiram dengan cinta tanah air,” ujar Yayong.

Jurus bicara relawan Karnaval Cinta NKRI Birgaldo Sinaga menjelaskan, karnaval menampilkan berbagai atraksi budaya nusantara dan pengibaran bendera merah putih sebanyak 17.500 buah di sepanjang jalan mulai Monas – Bundaran HI.

Gelar budaya seperti seperti Reog Ponorogo, Barongsai, Gondang Batak, Angklung, Rebana, Kulintang serta pertunjukan musik, meramaikan acara tersebut.

Parade yang dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kebangsaan dan kebhinekaan itu diawali dari seputaran Monas hingga Bundaran HI Jakarta Pusat, pukul 07.00 WIB. Rute karnaval dimulai dari Patung Kuda, Jl Medan Merdeka hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, di tengah acara Karnaval Cinta NKRI, dilakukan pelepasan ribuan balon berwarna merah putih, yang menjadi simbol bendara persatuan Indonesia.

“Parade juga diisi dengan aksi pelepasan ribuan balon cinta NKRI berwarna merah putih agar kita tetap satu, juga akan ada pengibaran 17.500 bendera merah putih sesuai (jumlah) pulau di Indonesia,” ujar Birgaldo Sinaga.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*