Breaking News

Negara Jangan Kompromistik Hadapi Teroris

Negara Jangan Kompromistik Hadapi Teroris.

Negara tidak boleh kompromistik menghadapi terorisme. Analis Kebijakan Publik Melkior Wara Mas mengatakan, kedaulatan negara bisa juga diukur dari kemampuannya menindak tegas terorisme.

Menurut alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ini, Negara berperan menjaga kedaulatan melawan teroris.

“Negara tidak kehilangan otonomi menjaga kedaulatan, sekaligus menjaga ketertiban di masyarakat. Negara tidak sebatas memaafkan tetapi bertindak tegas dan meluruskan pemikiran ideologi sesat teroris,” tuturnya, Kamis (17/05/2018).

Dia mengatakan, upaya organisasi kriminal seperti teroris menciptakan ideologi radikal yang bertentangan dengan ideologi NKRI.

Perlu disadari, lanjut dia, tindakan organisasi kriminal teroris sedang mempengaruhi kebijakan politik, agar Negara tunduk pada kepentingan mereka.

“Organisasi teroris berharap agar menjadi bagian dari integral sebuah masyarakat. Nantinya, pada masa tertentu bisa saja gerakan radikal diterima sebagai bentuk perlawanan rakyat yang heroik melawan Negara,” tuturnya.

Oleh karena itu, negara diharapkan lebih mengasah insting untuk mencegah terjadinya perselingkuhan antara organisasi kriminal (teroris) dengan pejabat publik, politisi, maupun pemilik uang swasta.

Aksi terorisme hari-hari ini, lanjut Melkior, menunjukkan bahwa Negara tidak sedang keok mengahadapi gerakan terorisme.

“Namun situasi ini, justru bangkitkan keperkasaan Negara untuk tunjukkan monopoli kekuatan melawan gerakan radikalisme dan terorisme,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*