Breaking News

Nawacita Lamban, Jokowi Diminta Percepat Pembangunan Nasional

Nawacita Lamban, Jokowi Diminta Percepat Pembangunan Nasional.

Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan mendesak Presiden Jokowi segera mempercepat pembangunan nasional. Soalnya, sudah menuju tahun ketiga pemerintahan, Nawacita masih terkesan lamban.

 

Parta aktivis organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa Makassar bersama Galesong Institute mendorong pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan nasional demi terwujudnya sembilan program Jokowi-JK yang dikenal dengan sebutan Nawacita. Mereka pun menggelar aksi damai di Kota Makassar untuk menyuarakan aspirasi mereka itu.

 

Koordinator Forum Pemuda dan Mahasiswa Makassar, Erwin Agus mengatakan, program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama Kabinet Kerja digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

 

Erwin menyebut, program tersebut sebagian besar telah diwujudkan. Masyarakat Indonesia pun umumnya optimis dan percaya pemerintahan hari ini masih berada di jalan yang tepat untuk mewujudkan Nawacita.

 

“Keberhasilan kinerja pemerintahan Jokowi-JK dalam menjalankan roda pemerintahan terbaca pada hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga riset di Indonesia seperti Centre for Strategic and International Studies (CSIS),” jelas Erwin.

 

Namun, ujar Erwin, bukan berarti tak ada hambatan dan koreksi dalam pelaksanaan 9 program prioritas tersebut. Beberapa hambatan tersebut di antaranya masih adanya sekelompok masyarakat yang sengaja merancang aktivitas untuk mengganggu keamanan dan kestabilan sosial serta ekonomi di masyarakat.

 

Maraknya hoax, tambah Erwin, ujaran kebencian yang mengandung pertentangan SARA di media sosial hingga ada ormas yang tak menginginkan keutuhan NKRI serta adanya upaya sekelompok orang yang ingin menjatuhkan pemerintahan Jokowi-JK adalah beberapa contoh yang menghambat pembangunan nasional.

 

“Dengan pertimbangan tersebut, kami yang bergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa di Makassar menggelar aksi damai untuk mengajak masyarkat Kota Makassar mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Direktur Galesong Institute, Sr.Rs.Wulandari. Kata dia, upaya mewujudkan Nawa Cita tersebut terasa dan terlihat capaiannya yang menggembirakan.

 

Namun, menurut Wulan, bukan berarti tak ada hambatan dan tantangan. Beberapa hambatan tersebut di antaranya masih adanya pihak tertentu yang sengaja melakukan aktivitas yang bertujuan mengganggu keamanan dan kestabilan sosial serta ekonomi di masyarakat.

 

“Dengan pertimbangan tersebut, kami Forum Pemuda dan Mahasiswa Makassar bersama dengan Galesong Institute menyatakan sikap mendukung dan memberi kesempatan pemerintahan Jokowi-JK untuk menuntaskan program Nawa Citanya,” ujar Wulan.

 

Wulan menegaskan menolak gerakan radikalisme dan segala upaya yang dapat menghambat pembangunan nasional.

 

“Stop ujaran kebencian di media sosial yang bisa merusak tatanan masyarakat Indonesia yang damai dan menggangu upaya pembangunan nasional,” ujar Wulan.

 

Wulan memambahakan pihaknya berharap pemerintah tetap konsisten memerhatikan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

 

Adapun mahasiswa yang tergabung menyuarakan tuntutan ini berasal dari 13 kampus di Kota Makassar yakni, Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Fajar, Universitas Indonesia Timur, Universitas Karya Dharma Makassar, Universitas Satria, Universitas Bosowa Makassar, STIE Wira Bhakti, Universitas Islam Makassar dan STIEM Bongaya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*