Breaking News

Muncul dalam Rilis Video, Jika Uang Tebusan Tak Diberikan, Abu Sayyaf Kembali Ancam Akan Penggal Sanderanya

Muncul dalam rilis video, Abu Sayyaf ancam akan kembali memenggal sanderanya Warga Negara kanada Jika Uang tebusan tidak diberikan dalam 4 minggu.

Kelompok separatis di Filipina Selatan yakni Abu Sayyaf kembali merilis sebuah video yang memperlihatkan tawanannya Warga Negara Kanada yang dikelilingi oleh anggota Separatis Abu Sayyaf, dengan ancaman bahwa sandera itu akan segera dipenggal jika pemerintah tidak segera memberikan uang tebusan.

Permintaan Abu Sayyaf, dalam waktu empat minggu setelah rilis video itu, harus ada kepastian mau menebus atau tidak.

Tampak kelompok Abu Sayyaf bersama dengan para sandra Warga Negara (WN) Kanada Robert Hall dan WN Norwegia Kjartan Sekkingstad sedang dipublikasikan.

Di video itu, para kelompok bersenjata mengancam akan membunuh salah satu dari WN Kanada yang saat ini mereka sandera, jika uang tebusan tidak mereka terima.

“Saya mengimbau kepada pemerintah dan pemerintah Filipina, seperti yang telah saya mengimbau sebelumnya, untuk bantuan,” kata salah seorang pentolan Abu Sayyaf dengan suara tenang .

Robert Hall, tampak yang terlihat kurus mengatakan, ia akan dieksekusi jika tuntutan kelompok ekstremis Muslim Abu Sayyaf tidak terpenuhi.

Video yang diunggah pada 13 Mei 2016 itu yang menunjukkan para sandra yang mengenakan baju warna oranye sedanng dikelilingi oleh sekolompok pria bersenjata dengan mengenakan penutup wajah.

Batas waktu yang diberikan untuk menyerahkan uang tebusan sampai tanggal 13 Juni. Uang tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan para sandera sebesar 600 Peso atau setara dengan 171 miliar Rupiah.

Pada bulan lalu, kelompok Abu Sayyaf sudah terlebih dahulu memenggal kepala salah satu dari Warga Negara Kanada setelah uang tebusan yang mereka minta tidak penuhi.

Seorang juru bicara Urusan Global Kanada, Rachna Mishra mengatakan, tidak akan berbicara secara terbuka tentang hal itu.

“Prioritas pertama pemerintah adalah keselamatan dan keamanan warganya dan karena itu kami tidak akan berkomentar atau memberikan informasi apa pun yang dapat membahayakan upaya-upaya atau membahayakan keselamatan para sandera yang tersisa,” katanya dalam sebuah pernyataan email.

Meskipun para pemimpinn Abu Sayyaf ini telah berjanji setia kepada kelompok Negara Islam, namun, para analis mengatakan mereka lebih terfokus untuk melakukan penculikan yang menguntungkan dari pada menyiapkan sebuah kekhalifahan.

Abu Sayyaf juga diyakini menahan empat warga Malaysia, pengamat burung Belanda dan empat orang Filipina, yang diculik dari tempat yang berbeda.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*