Breaking News

Mulai Menyasar Negeri Arab, Pengusaha Indonesia Garap Jordania

Mulai Menyasar Negeri Arab, Pengusaha Indonesia Garap Jordania.

Pengusaha Indonesia menyasar negeri-negeri di Timur Tengah untuk pengembangan perekonomian. Karena itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggarap Yordania sebagai pintu masuk ke negeri-negeri Arab tersebut.

 

Sejumlah pengusaha keturunan Indonesia pun membentuk Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) untuk mengembangkan perekonomian tersebut.

 

Ketua Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) Mayra Andrea menyampaikan, hubungan kerjasama bilateral ekonomi antara Indonesia dan Yordania cerah. Soalnya, Jordania dapat menjadi penghubung akses produk Indonesia ke negara-negara Arab lainnya.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) Mayra Andrea dalam sambutan pembukaannya di acara grand launching IJBC yang digelar di Noble House, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

 

“Kami harapkan dengan terbentuknya IJBC dapat memberikan fasilitasi para pelaku usaha diantara kedua negara sehingga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama bilateral di sektor perdagangan, ekspor dan impor, pariwisata serta investasi,” ungkap Mayra yang juga merupakan pengusaha keturunan Indonesia-Jordania.

 

Dia mengatakan, para pelaku Indonesia perlu menjajaki peluang tujuan ekspor ke negara-negraa non-tradisional seperti Jordania yang berada di kawasan Timur Tengah.

 

“Kami akan mulai memikirkan agar kita bisa memiliki warehouse (gudang) khusus produk-produk Indonesia di Jordania,” kata Mayra.

 

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Komite Timur Tengah, Fachry Thaib mengatakan, selama ini memang ada hambatan-hambatan perdagangan dengan Jordania, akan tetapi hambatan tersebut harus bisa dikurangi.

 

“Solusi untuk hambatan perdagangan dapat dibicarakan oleh Kementerian terkait  dan juga oleh pemerintah di antara kedua negara,” ungkap Fachry.

 

Seperti diketahui, biaya transportasi dinilai masih tinggi, sehingga produk Indonesia turun daya saing jika dibandingkan dengan negara-negara yang lebih dekat ke Jordania, seperti India, Pakistan atau Bangladesh.

 

Di sisi lain, potensi bisnis ke Jordania dinilai cukup menjanjikan karena dapat menjadi penghubung bagi negara-negara Arab. Sudah ada beberapa perusahaan Indonesia yang dapat menembus pasar di sana diantaranya Semen Indonesia, Semen Gresik, Petrokimia dan perusahaan yang memproduksi ban, PT Multistrada Arah Sarana.

 

“Sekarang Jordan menjadi penghubung untuk kebutuhan Irak, Suriah, Aman, Lebanon dan lainnya. Jika sudah ada perdamaian di sana (Irak dan Suriah) tentu menjadi potensi buat kita, karena kebutuhan re-build (pembangunan kembali) sebuah negara itu nilainya miliaran dollar amerika,” ungkap Fachry.

 

Dia mengungkapkan, negara-negara tersebut akan sangat memerlukan jasa konstruksi, semen, pupuk dan produk-produk strategis lainnya seperti plywood, furnitur, kelapa sawit, dan lain-lainnya.

 

“Kita harapkan tahun depan setelah Pak Jokowi ke sana, rencananya tahun depan, ada pembicaraan-pembicaraan khusus untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara,” kata Fachry.

 

Dia juga mengatakan, untuk memudahkan perdagangan diantara kedua negara, diperlukan free trade agreement (FTA) yang disepakati oleh kedua belah pihak.

 

“Tidak hanya dengan Jordan, tapi juga dengan negara-negara Arab lainnya. Kita perlu negosiator yang handal, kita harapkan secepatnya pemerintah bisa memperhatikan hal ini,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*