Breaking News

Monopoli Swasta di Lanud Husein Sastranegara Harus Dibongkar

Mendadak Diam, Jagoannya PT CLA Diduga Ancam Danlanud

Mendadak Diam, Jagoannya PT CLA Diduga Ancam Danlanud, Monopoli Swasta di Lanud Husein Sastranegara Harus Dibongkar.

Persoalan penguasaan lahan TNI AU di Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung harus segera diusut tuntas.

Pihak PT Citra Lintas Angkasa (CLA) yang secara ilegal menguasai lahan dan melakukan monopoli usaha di tempat itu telah diminta Danlanud untuk mengosongkan lokasi.

Selain itu, PT CLA yang melakukan perijinan bodong dan dokumen palsu itu pun tidak menggubris somasi Danlanud agar mengosongkan lokasi.

Koordinator Pengacara Rakyat (Perak) Charles Hutahaean menduga, pihak PT CLA malah gencar melakukan intimidasi dan tekan-tekanan terhadap Komandan Lanud dan jajarannya, melalui beking PT CLA yang disebut berpangkat jenderal bintang dua.

“Danlanud dan jajarannya diduga diintimidasi dan diancam agar tidak memerintahkan pengosongan lokasi itu. Dugaan kuat, PT CLA mempergunakan bekingnya, yang adalah jenderal bintang dua dan kawan-kawannya itu, untuk membungkam Danlanud dan jajarannya,” tutur Charles Hutahaean, di Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Edukasi dan Advokasi Masyarakat Indonesia (LBH Lekasia) ini melanjutkan, bagaimana pun lahan milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang dikuasai oleh kartel dan monopoli itu harus dikembalikan ke Danlanud dan dipergunakan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat Indonesia.

“Praktik-praktik intimidasi seperti itu sering terjadi. Orang yang memiliki pangkat lebih tinggi sering dimanfaatkan kartel dan pihak tukang monopoli untuk menekan bahkan mengancam orang berpangkat lebih rendah seperti Danlanud itu. Ini tidak boleh dibiarkan, harus dibongkar tuntas. Ini negara Indonesia, bicaralah kepentingan Negara Republik Indonesia, bukan pribadi demi pribadi sesuai kepentingannya loh,” tuturnya.

Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung (Danlanud) Kolonel Pbn Bayu Hendra Permana menyampaikan, pihaknya masih mempersiapkan langkah langjutan yang akan dilakukan terkait keberadaan PT CLA di wilayahnya.

“Permasalahan tersebut belum bisa saya sampaikan  dalam forum ini. Mohon maaf atas situasi ini, demikian harap maklum adanya. Saat ini, saya belum bisa kasih informasi lebih lanjut,” ujarnya, ketika dikonfirmasi.

Sementara itu, General Manager PT Citra Lintas Angkasa (CLA) Dikdik menyampaikan, pihaknya belum bisa bersikap, dia menyerahkan urusan itu ke Direktur PT CLA Mas Asep. “Untuk permasalahan itu, silakan ke Pak Asep dan Nurfajar,” ujar Dikdik.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Citra Lintas Angkasa (CLA) Asep meminta agar pihak Lanud yang memberikan penjelasan kepada publik terkait persoalan itu.

“Mohon maaf, saya tidak dapat memberikan keterangan apapun. Mungkin sebaiknya, agar diklarifikasi terhadap yang membuat somasi terlebih dahulu,” tutupnya.

Terkait perijinan dan RA yang bermasalah di PT CLA, Kepala Bidang Pengamangan Direktur Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lanud Husein Sastranegara (Kabid Kampen) Agung Pracayanto menyampaikan, mengenai regulated agent (RA) adalah menjadi bagian kewenangan Direktorat Keamanan Penerbangan (DKP) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Itu di Kantor Pusat, dan kami hanya berada di Otoritas Bandara. Secara organisatoris kami berada di bawah DKP,” tuturnya.

Agung menyampaikan, pihaknya hanya bertugas melakukan pengawasan saja, sedangkan untuk perizinan berada langsung di Kantor Pusat DKP Dirjen Perhubungan Udara.

“Kami hanya pengawasan saja. Soal RA itu kewenangan DKP. Kami tidak bisa memberikan penjelasan mengenai RA,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*