Breaking News

MK Putuskan Terpidana Boleh Ajukan Grasi Berkali-Kali, Jaksa Agung Tetap Cari Cara Untuk Segera Gelar Eksekusi Mati Napi Kasus Narkoba

Masih Banyak Kendala Tuntaskan Kasus, Jaksa Agung Minta Bidang Pidsus Kejaksaan Fokus Program Zero Outstanding.

Jaksa Agung HM Prasetyo sedang mencari cara yang legal untuk tetap melanjutkan esekusi terhadap para nara pidana yang diputus hukuman mati dalam kasus kejahatan narkotika.

 

Sejak keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan ruang kepada para narapidana untuk bisa mengajukan grasi berkali-kali, Jaksa Agung mengaku kewalahan dengan hampir semua para terpidana mati kasus narkotika itu mengajukan grasi, sehingga rencana eksekusi pun terganggu.

 

“Di situ persoalannya, tapi kita sedang pikirkan. Kita juga ingin (terpidana mati) segera kita eksekusi,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (11/08/2017).

 

Prasetyo mengatakan, dengan adanya Keputusan MK tersebut, malah dijadikan alasan oleh para terpidana mati untuk mengulur waktu eksekusi.

 

“Kita sudah sangat geram, untuk kita eksekusi. Karena itu kejaksaan sedang merancang upaya menghadapi trik-trik seperti itu,” katanya.

 

Selain itu, lanjutnya, para terpidana mati itu pun kian merasa merdeka di dalam penjara. Dia bilang,  para terpidana mati juga masih bisa melihat matahari di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP).

 

“Malah bukan hanya melihat matahari, tapi bisa gunakan handphone (HP), itu mestinya dicegah, bagaimana mungkin orang dalam LP bisa pegang H, televisi, wifi, ‎itu harus ditertibkan,” katanya.

 

Sebelumnya, MK membatalkan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2010, yang merupakan perubahan UU Nomor 22 tahun 2002 tentang Grasi. Ketentuan itu mengatur batas waktu pengajuan grasi yang hanya sekali dan paling lambat setahun sejak perkara incraht dihapuskan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*