Breaking News

Miskin, Tak Segan Penggal Kepala Orang, Kelompok Separatis Abu Sayyaf Menculik Untuk Segepok Uang Tebusan

Kelompok Separatis Abu Sayyaf di Filipina Selatan dikenal miskin dan kejam terhadap sanderanya.

Kelompok separatis Abu Sayyaf yang berbasis di sekitar kepulauan Jolo, Basilan, dan Mindanao, Filipina Selatan. Kelompok ini dikenal sangat kejam dan sering melakukan penculikan yang kemudian meminta uang tebusan, kelompok ini juga sering melakukan serangan terhadap warga sipil dan tentara di Filipina.

Pada tahun 2004 kelompok Abu Sayyaf pernah melakukan teror bom disebuah kapal feri di Teluk Manila. Dalam kejadian itu, 116 orang tewas dihantam bom.

Saat ini, kelompok Abu Sayyaf menahan beberapa sandera yang berasal dari Malaysia, Indonesia, turis Barat dan satu warga negara Filipina sendiri.

Angkatan bersenjata Filipina saat ini sedang memburu kelompok tersebut.

Tentara Filipina telah bersumpah untuk menuntaskan kelompok Abu Sayyaf sebelum masa jabatan Presiden Benigno Aquino berakhir pada bulan Mei mendatang.
Kelompok ini tidak ragu untuk memenggal kepala para sandera jika uang tebusan tidak diberikan. Baru-baru ini ,kelompok tersebut diyakini telah membunuh sandera bernama John Ridsdel (68) asal Kanada.

John dikabarkan diculik dari sebuah wisata di daerah kecil pada 21 September 2015 bersama dengan dua temannya dan satu pasangan dari temannya yang bewarga negara Filipina.

Sebelum membunuh John, kelompok Abu Sayyaf merilis sebuah video yang diunggah ke media sosial. Video tersebut direkam di dalam hutan, dan dalam video itu mereka meminta tebusan untuk masing-masing orang yakni sebesar 21 Juta Dolar Amerika.

Abu Sayyaf yang menguasai wilayah miskin di Filipina Selatan, mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mereka jadikan sebagai markas pemberontakan separatis.

Pendiri dari kelompok Abu Sayyaf disebut bernama Abdurajak Abubakar Janjalani, seorang pengkhotbah Islam yang pernah berjuang dalam perang Soviet-Afganistan, di mana ia dikatakan telah bertemu Osama bin Laden dan terinspirasi olehnya.

Setelah Janjalani tewas, kelompok dibagi menjadi dua jaringan yang kemudian mereka membunuh pemimpinnya pada tahun 2006 sampai 2007. Kemudian mereka membentuk sebuah kelompok Abu Sayyaf. Nama tersebut diambil dari bahasa Arab yang artinya Pemegang Pedang.

Selain pembunuhan terhadap John yang warga negara Kanada itu, sebelumnya pemenggalan kepala seorang sandera asal Malaysia, Bernard, juga dilakukan pada tahun 2015.

Kelompok ini diyakini memiliki sekitar 400 anggota sejak 2014 lalu, dan beberapa faksi dari kelompok tersebut menyatakan memberikan dukungan mereka terhadap Negara Islam (IS).

Kelompok Abu Sayyaf akan merilis sebuah video bersama para sandera untuk meminta uang tebusan untuk membebaskan mereka. Kelompok ini akan membunuh tawanan jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Baru-baru ini kelompok Abu Sayyaf telah menculik dan menyandera 18 orang yang berasal dari Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Malaysia.
Tentara Filipina saat ini sedang melakukan perburuan terhadap kelompok Abu Sayyaf. Angkatan bersenjata Filipina juga berusaha untuk menyelamatkan sandera sampai saat ini.

Pertempuran terakhir yang terjadi antara Militer Filipina dengan Kelompok Abu sayyaf terjadi pada awal April. Dalam insiden tersebut, 18 tentara tewas dan 56 lainnya luka-luka.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*