Breaking News

Meski Logistik Menipis dan Kondisi Fisik Melemah, Di Hari Ke 19 Aksi Long March Buruh dari Medan ke Jakarta Telah Tembus Perbatasan Jambi Ke Palembang

Meski Logistik Menipis dan Kondisi Fisik Melemah, Di Hari Ke 19 Aksi Long March Buruh dari Medan ke Jakarta Telah Tembus Perbatasan Jambi Ke Palembang.

Di hari ke-19 aksi long march buruh dari Kota Medan menuju Jakarta, para peserta aksi yang merupakan karyawan PT Pelindo I yang dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan sedikit melemah.

Kondisi fisik perlahan mengalami kelelahan, namun demi tujuan perjuangan sampai ke Jakarta menyuarakan dan meminta tuntutan mereka kepada Presiden Jokowi, para buruh itu pun berhasil menembus perbatasan Provinsi Jambi dengan Sumatera Selatan menuju Palembang.

Di hari ke 19, yakni pada Selasa 7 Februari 2017, posisi para buruh sudah berada di Kecamatan Bayung Lencir, Kebupaten Musi Bayuasin.

Ketua Konsolidasi Korwil SBSI Sumatera Utara, Arsula Gultom yang juga ikut serta dalam aksi tersebut mengatakan, mereka masih semangat dalam melakukan aksi long macrh. Sebelum meninggalkan Provinsi Jambi, mereka terlebih dahulu menginap di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan Jambi.

Di tempat tersebut mereka diberikan tempat untuk menginap serta diberikan sarapan pagi sebelum melanjutkan perjalanan. “Kami berangkat dari kantor DPD PDI-Perjuangan Jambi tadi jam delapan pagi. Di sini kami diberikan tempat menginap dan diberikan sarapan pagi tadi,” kata Arsula Gultom saat dihubungi, Selasa (7/2/2017).

Memang, lanjut Arsula Gultom, kondisi dari para buruh yang melakukan Aksi Long March sedikit menurun. Delapan dari 130 buruh yang ikut dalam aksi long march sudah tua dan ada beberapa orang yang terkena penyakit rematik.

“Perjalanan yang dilakukan sejak 20 Januari 2017 sudah menempuh jarak lebih dari 1100 kilometer,” ujarnya.

Namun, menurut dia, apapun kondisi yang dihadapi di perjalanan, tidak mematahkan semangat dari para buruh. Arsula menegaskan, aksi long march ini tidak akan mundur hingga mereka bisa bertemu dengan Presiden Jokowi dan dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Semangat kawan-kawan ini sangat besar luar biasa. Kita diajak jalan terus. Katanya mereka enggak sabar lagi mau ketemu presiden. Makanya kami jalan terus,” ucap Arsula.

Di perbatasan Provinsi Jambi dengan Sumatera Selatan, lanjut Arsula, mereka diberikan tempat untuk menginap di sekitar kantor Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir. Mereka akan kembali melanjutkan perkalanan pada besok pagi pukul delapan.

Namun, mereka belum bisa memastikan tempat yang akan disinggahi oleh para Buruh untuk selanjutnya. Kondisi jarak antara satu desa dengan desa lain yang tidak begitu dihapal oleh para buruh.

“Belum pasti, kan kita enggak tahu nama-nama Desa dan jarak antara desa yang satu ke Desa yang satunya. Jadi kita meraba-raba aja,” jelas Arsula.

Kondisi logistik para buruh yang melakukan perjalanan dari Medan, Sumatra Utara menuju Jakarta saat ini pun semakin menipis. Keuangan mereka juga saat ini sudah sangat sekarat untuk melanjutkan perjalanan.

Arsula mengatakan, logistik yang mereka bawa saat ini diperkirakan masih cukup untuk tiga hari lagi. “Beras masih ada 100 kilo. Mie instan juga masih ada. Dana kita yang enggak ada lagi,” ucapnya.

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman menyampaikan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

Menurut dia, sampai saat ini PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

Menurut dia, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan 378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Medan sekaligus koordinator aksi, April Waruwu mengatakan, rombongan ini merencanakan akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujarnya.

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR)

Untuk Perkembangan dan Update Aksi Long March, bisa menghubungi:
Contact Person:

Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan: 081295853704
Sekjen DPP SBSI Andi Naja F Paraga: 087884044215
Korwil SBSI Se-Sumatera Amser Hutauruk: 087711145338
Korwil SBSI Sumatera Nicholas Sutrisman: 081263976597
Ketua Korwil SBSI Sumut Arsula Gultom: 085297318011
Ketua DPC SBSI Medan April Waruwu: 081310052827 dan 081310052872

Leave a comment

Your email address will not be published.


*