Breaking News

Merusak dan Menghilangkan Barang Bukti, Penyidik KPK Harus Ditindak Tegas

Merusak dan Menghilangkan Barang Bukti, Penyidik KPK Harus Ditindak Tegas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menindak tegas penyidiknya yang telah merusak dan menghilangkan barang bukti.

 

Jika tidak ditindak tegas, maka institusi anti rasuah itu akan kian tak dipercaya ke depannya.

 

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geperindo) Bastian P Simanjuntak menyampaikan, penghilangan barang bukti oleh penyidik KPK dari Polri merupakan masalah serius.

 

Menurut dia, informasi bahwa telah dirusaknya barang bukti KPK yang diduga sengaja dilakukan oleh penyidik KPK yaitu AKBP Roland Ronaldy dan Kompol Harun telah menjadi perhatian serius publik.

 

“Ini adalah kejadian yang gila dan sangat fatal, tidak boleh terjadi di era reformasi. Meskipun KPK telah mengembalikan dua orang penyidik itu ke institusi kepolisian, KPK harus tetap menindak para penyidik itu dengan pasal pidana,” tutur Bastian dalam siaran persnya, Jumat (11/10/2017).

 

Bastian juga mengingatkan bahwa KPK tidak boleh flamboyan dan berkata-kata seperti seorang politisi dengan beralasan pengembalian dua penyidik dari polri atas dasar masa tugasnya yang hampir berakhir.

 

“Buka saja apa alasan sebenarnya, bahkan jika perlu umumkan nama-nama yang tercantum dalam alat bukti telah dirusak,” ujarnya.

 

Selanjutnya, menurut Bastian,Presiden juga tidak boleh diam saja atas kejadian itu. Bagi dia, harus ada perintah untuk segera menangkap pelakunya, sebab kejadian ini telah merusak nama baik institusi polri.

 

“Jangan hanya karena perbuatan korup segelintir orang, nama baik institusi negara menjadi rusak dan masyarakat semakin tidak percaya dengan institusi kepolisian,” katanya.

 

Bastian menegaskan, yang namanya koruptor tetaplah ia koruptor, apapun jabatannya ia harus dijadikan musuh bersama. Oleh karena itu, lanjut dia, presiden jangan loyo dalam mendorong segala upaya pemberantasan korupsi.

 

“Jika presiden tidak serius menuntaskan masalah-masalah korupsi di Indonesia, kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat  untuk menarik legitimasi rakyat atas presiden,” ujarnya.

 

Sejujurnya, lanjut Bastian, masyarakat sudah muak dengan prilaku korup para pejabat negara yang tidak pernah jera dan terus melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

 

“Segera bersihkan negara ini dari para penghianat reformasi, jangan biarkan lagi KKN terjadi di republik ini,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*