Breaking News

Merasa Belum Memadai, Jaksa Agung Setuju Percepat Revisi Undang Undang Terorisme

Merasa Belum Memadai, Jaksa Agung Setuju Percepat Revisi Undang Undang Terorisme.

Kejaksaan Agung (Kejagung) mendesak agar Undang-Undang (UU) nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme untuk segera direvisi.

 

Jaksa Agung, HM Prasetyo menilai Undang Undang tersebut belum memadai, sehingga harus segera direvisi mengingat banyaknya teror bom yang terjadi di masyarakat.

 

“Ini satu bukti sudah mendesak sekali untuk dilakukan karena sekarang ini UU yang ada belum memadai,” kata Prasetyo di Jakarta, Jumat (26/05/2017).

 

Menurutnya, karena belum memadainya UU saat ini semakin membuat orang untuk bebas melakukan berbagai macam tindak terorisme.

 

Prasetyo mengatakan, point yang penting dalam UU tersebut adalah tindakan preventif atau pencegahan mengingat banyaknya tanggungan pemerintah akibat dari ledakan bom yang terjadi.

 

“Setelah ada akibat, ada perbuatan baru bisa penindakan. Mestinya sebelum itu kita harus sudah bisa melakukan tindakan, jadi bukan akibatnya dahulu,” ujarnya.

 

Prasetyo mencontohkan, ketika orang melakukan latihan militer, tidak ada sanksi dalam UU Terorisme. Padahal latihan tersebut untuk persiapan melakukan tindak terorisme.

 

“Jadi UU kita sekarang ini belum menjangkau,” katanya.

 

Selain itu, lanjutnya, informasinya yang beredar banyak sekali orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk bergabung dengan negara lain dalam melakukan kegiatan terorisme, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa.

 

“Makanya kita harus melakukan pembenahan, kita revisi supaya kita bisa mengantisipasi dan menindak sekaligus,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*