Breaking News

Menembak Mati Seorang Petugas , Penjahat Jorge Zambrano Dirobohkan dengan Peluru Panas Polisi

Jorge Zambrano (35 tahun) tepaksa ditembak mati oleh aparat setempat karena memberikan perlawanan saat hendak ditangkap oleh Polisi. Tersangka tewas dalam baku tembak yang terjadi di salah satu rumah yang tidak jauh dari lokasi penembakan perwira polisi.

Seorang Perwira Polisi di Massachusetts, Boston, Amerika Serikat ditembak oleh seorang pria bersenjata. Pelaku penembakan melarikan dan bersembunyi di sebuah rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Jorge Zambrano (35 tahun) tepaksa ditembak mati oleh aparat setempat karena memberikan perlawanan saat hendak ditangkap oleh Polisi. Tersangka tewas dalam baku tembak yang terjadi di salah satu rumah yang tidak jauh dari lokasi penembakan perwira polisi.

Polisi mengatakan, Petugas Ronald Tarentino (42 tahun) ditembak oleh Zambrano selama berhenti nya lalu lintas pukul 12:30 Minggu di Rochdale Jalan Auburn. Petugas kemudian dibawa ke UMass Medical Center di Worcester dan kemudian dinyatakan meninggal oleh dokter.

Seperti yang dilansir dari CBS Boston Senin (23/5/2016), seorang polisi lainnya juga terluka dalam baku tembak dengan tersangka. Polisis yang menidentifikasi jenajah tersangka merupakan, Jorge Zambrano 35 tahun, yang kata para pejabat memiliki sejarah kriminal luas.

Zambrano melarikan diri setelah melakukan penembakan di sebuah apartemen duplex di Oxford. Polisi setempat kemudian berhasil melacak tempat persembunyaian tersangka dan mengepung gedung tesebut.

Menurut Kolonel Polisi Richard McKeon, dalam penyegapan yang dilakukan, tersangka secara tiba-tiba keluar dari dalam lemari dan menembakki para polisi yang mencoba melakukan negosisasi dengan Zambrano.

“Tersangka muncul dari dalam lemari dan menembaki para polisi mencolok salah satu dari mereka. Tim BERHENTI membalas tembakan dan memukul tersangka, menimbulkan luka yang mengancam jiwa.” kata Richard McKeon dalam konferensi pers, Minggu malam.

Kemudian seorang petugas membalas tembakan fatal kepada Zambrano untuk menhentikan serangan tersangka.

Para pejabat mengatakan, salah seorang polisi yang terluka di bagian bahu akan menjalani operasi untuk dapat bertahan hidup.

Kepala Kepolisian Auburn, Andrew Sluckis merasa sangat kehilangan dengan kepergian satu anak buahnya. Menurutnya pembunuhan Tarentino sebuah “kehilangan tragis,” menggambarkan dia sebagai “pelayan publik yang berdedikasi dan berani.”

“Petugas Tarentino bekerja di sini selama dua tahun dan tidak ada anggota departemen ini yang tidak memeluknya dan menyukainya. Kami tidak akan meninggalkan batu unturned dalam penyelidikan kami untuk menentukan siapa yang terlibat.” Ujarnya, seperti yang kutip dari CBS Boston.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*