Breaking News

Mendag Ingin ASN Buktikan Integritasnya

Mendag Ingin ASN Buktikan Integritasnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita akan menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat yang memiliki integritas yang tinggi.

 

Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara diskusi yang bertema “Membangun Budaya Anti Korupsi di Lingkungan Kementerian” di di Kantor Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Selasa 04 April 2017.

 

Ia mengatakan, dalam membangun citra birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani memang tidak mudah. Namun, dengan semangat reformasi birokrasi dan komitmen yang tinggi, maka ia yakin ASN mampu menjadi bermartabat dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara ini.

 

Menteri Perdagangan ke 35 tersebut berjanji akan menjalankan amanat Presiden RI Joko Widodo untuk  mewujudkan  reformasi birokrasi di Indonesia.

 

“Yang menjadi muara bagi kita, sebagai penyelenggara negara adalah untuk berbuat baik tanpa beban untuk kepentingan masyarakat,” kata Enggartiasto Lukita.

 

Dalam diskusi itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Ari Dono Sukmanto dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah.

 

Menurutnya, dalam membangun reformasi dan birokrasi khususnya ditubuh ASN Kemendag, tidak boleh main-main dan harus menjaga nama baik lembaganya.

 

“Integritas harus tetap terjaga karena sekali “bermain”, maka kita akan kehilangan wibawa dan tidak bisa berjuang untuk rakyat,” tegas Mendag.

 

Ia juga menekankan agar para pengusaha mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

 

“Belum lama ini kami mencabut izin bagi importir hortikultura yang nakal. Itu bisa kami lakukan. Belakangan juga diketahui ada importir daging yang melakukan penyelundupan. Itu kita tindak tegas dan kami bisa tegas karena tidak ada yang “main-main” di Kementerian Perdagangan,” tambahnya.
Begitu pula di sektor daging. “Kuota di sektor daging menjadi sumber masalah dan berpotensi menjadi area korupsi. Karena itu, kuota dilepas dan harga perlahan turun. Belakangan juga diketahui ada importir daging yang melakukan penyelundupan. Itu kita tindak tegas dan kami bisa tegas karena tidak ada yang “main-main” di Kemendag,” tegas Enggartiasto.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*