Breaking News

Memeras, Kejagung Tahan Mantan Asintel Kejati Bengkulu

Memeras, Kejagung Tahan Mantan Asintel Kejati Bengkulu.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan tersangka Edi Sumarno mantan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terkait kasus dugaan korupsi pemerasan sebesar Rp 150.000.000 dan penerimaan hadiah atau gratifikasi sebesar Rp 50.000.000 dari proyek Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII.

 

Penahan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Nomor: 26/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 19 Oktober 2017.

 

“Sudah ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 19 Oktober 2017 sampai dengan 7 November 2017,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

 

Prasetyo menegaskan, pihak tidak akan menutup-nutupi atau membela oknum jaksa yang bersalah.

 

“Kalau salah harus dihukum.Kita tidak menutup-nutupi atau dibela,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, Kejagung ikut mengusut kasus tersebut meski telah ditangani oleh KPK.

 

Kasus itu bermula saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 9 Juni 2017 terhadap Kepala Seksi III Kejati Bengkulu, Parlin Purba, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera VII, Amin Anwari dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, Murni Suhardi.

 

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebutkan Amin Anwari dan Murni Suhardi telah memberikan uang Rp 50.000.000 kepada Edi Sumarno, Asintel Kejati Bengkulu dan penyerahannya di rumah dinas Asintel pada 7 Juni 2017.

 

Amin Anwari dan Murni Suhardi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) menyebutkan telah memberikan uang kepada Edi Sumarno dan Parlin Purba.

 

Edi Sumarno sudah dicopot sebagai Asintel Kejati Bengkulu dan saat ini ditempatkan sebagai Jaksa Fungsional di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kejagung.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*