Breaking News

Membunuh PKL, APKLI Tolak Mendag RI Jadikan Ritel Modern Pemasok Barang PKL dan Pedagang Tradisional

Membunuh PKL, APKLI Tolak Mendag RI Jadikan Ritel Modern Pemasok Barang PKL dan Pedagang Tradisional.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menolak upaya Menteri Perdagangan (Mendag) Enggar Tiasto Lukita yang hendak menjadikan ritel modern sebagai pemasok untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang tradisional.

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun mengatakan, fakta yang ada ritel modern telah membunuh 3500 pasar tradisional dan 3 juta PKL kelontong sejak dikeluarkannya Perpres RI 112/2007 tentang Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

 

“Ini bukan soal sinergi, melainkan Negara wajib hadir lindungi PKL juga ritel trasusional. Karena ritel modern telah mematikan dan menjajah PKL dan pasar tradisional yang merupakan mata pencarian rakyat Indonesia,” tutur Ali Mahsun, dalam siaran persnya, Jumat (06/10/2017).

 

Oleh karena itu, lanjut dia, APKLI menolak dengan tegas rencana Mendag RI, Enggartiasto Lukita jadikan Ritel Modern sebagai Pemasok Barang Yang Dijual PKL atau Ritel Tradisional. Dikatakan Ali, APKLI melihat ada skenario besar (the biggest agenda) di baliksemua rencana Mendag itu. Rencana itu adalah bagian dari kelanjutan kebijakan pemerintah yang memperlonggar ijin ritel modern tahun 2015.

 

“Ritel modern sebagai kepanjangan tangan kongsi multinasional asing memakai tangan Mendag RI bermaksud segera kuasai potensi dan pangsa pasar ekonomi rakyat Indoneisa secara menyeluruh. APKLI akan melawan apapun resikonya kalau hal tersebut tetap dipaksakan pemerintah,” ujar Ali.

 

Menurut Ali, per Agustus 2014 ada 23 ribu ritel modern terdaftar resmi di Kemendag RI. Pada tahun 2017 Kemenko Perekonomian RI mencatat ada 36 ribu ritel modern. Sedangkan fakta di lapangan 1 ijin teridiri 3-4 ritel modern.

 

Artinya, saat ini ada 108 – 148 ribu ritel modern di seluruh Indonesia. Keberadaan 1 ritel modern membunuh 20-50 PKL Kelontong, dan 1 supermarket bunuh 200-500 PKL kelontong.

 

Ali menegaskan, pemerintah Jokowi-JK melalui Mendag RI bukan menyudahi bulan madu dengan mereka (ritel modern) namun sebaliknya memiliki rencana dan agenda besar menjadikan ritel modern sebagai pemasok barang yang dijual PKL atau ritel tradisional.

 

“Apa mau dari rezim Jokowi-JK? Atau benar adanya diagnosis APKLI bahwa rezim Jokowi-JK merupakan rezim order kongsi kapitalis multinasional asing. Kondisi ini wajib dihentikan dan harus dilawan sebagai ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ali.

 

Dia mengatakan, APKLI telah menetapkan percepatan perang gerilya untuk mewujudkan Revolusi Kaki Lima Indonesia pada Munas V APKLI tanggal 15-17 April 2017 di Depok Jawa Barat.

 

“Revolusi ini sebagai agenda besar APKLI dalam tempo secepat-cepatnya mengakkan kembali ekonomi rakyat dan merebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa naungan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*