Breaking News

Membumikan Pancasila, Pemerintah Mestinya Masukkan Kembali ke Kurikulum Pendidikan

Membumikan Pancasila, Pemerintah Mestinya Masukkan Kembali ke Kurikulum Pendidikan.

Pemerintah diminta untuk memasukkan kembali pelajaran Pancasila di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Hal itu untuk membumikan kembali Pancasila.

Selain itu, pemerintah harusnya berada di garda terdepan untuk menerapkan Pancasila itu sendiri sebagai Ideologi Negara dan juga dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara konkrit dalam pengelolaan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Viktus Murin dalam Forum General Discussion  dengan tema “Membumikan Pancasila”, yang digelar oleh Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC Permahi), di Hotel Ibis, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu 18 Juli 2018.

“DPR dan MPR harus mendorong Pemerintah agar memasukkan pendidikan Pancasila ke dalam progam belajar kaum muda saat ini,” ujarnya.

Mantan Sekjen Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini mengatakan, Pancasila yang diciptakan oleh para pendiri bangsa harus terus dijaga dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita punya Pancasila yang bisa memayungi perbedaan. Karena nageri ini sudah didirikan oleh para pendiri bangsa dari semua elemen. Tapi Pancasila belum membumi,” kata Viktus.

Menurut dia, para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa ini harus terus menjaga Pancasila untuk menjaga keutuhan NKRI. Sungguh sayang, lanjutnya, dijaman milenial sekarang ini, banyak para penerus bangsa yang tidak hafal Pancasila.

Di tempat yang sama, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Masinton Pasaribu menyampaikan ideologi Pancasila harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bernegara dan berbanga.

Untuk itu, menurut politisi PDIP ini, para pemuda harus berada di garda terdepan untuk menjaga ideologi Pancasila.

“Tugas kita memang merawat Pancasila sebagai nilai kehidupan manusia. Ini merupakan tugas dari para pemuda untuk membumikan Pancasila,” ucap Masinton Pasaribu.

Sementara itu, Intelektual Pemuda Nahdhatul Ulama (NU), Abdul Ghofur menambahkan, untuk mengeliminir aliran-aliran radikal yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Indonesia, sebaiknya Pancasila  secara konsisten menjadi nafasnya bangsa Indonesia.

“Kalau Pancasila sampai tumbang, kalau Pancasila sampai hilang, maka orang Islam akan menangis,” ujar Ghofur.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*