Breaking News

Setelah Bayar Uang Tebusan, 4 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Pun Kembali Dibebaskan

Berjanji tidak akan memberikan uang tebusan dalam pembebasan WNI yang disandera Kelompok Abu Sayyaf, Kok malah bebas karena dibayar nih.

Kelompok Separatis Abu Sayyaf kembali membebaskan Empat Warga Negara Indonesia (WNI) di Sulu pada Senin sore. Pemerintah Indonesia diduga telah memberikan uang tembusan untuk membebaskan ke empat WNI tersebut.

Seperti yang dilansir dari media setempat Inquirer , Rabu (11/5/2016), Kepala Polisi Kota, Jolo, Inspektur Sittin Junpikar mengatakan, Kepala Bagian Politik sekaligus penegosiasi dari Kelompok Front Pembebasan Nasional Moro berperan untuk pembebasan para sandera WNI itu.

Kepala Bagian Politik sekaligus penegosiasi dari Kelompok Front Pembebasan Nasional Moro Adju Samsula mengatakan, pihaknya telah menyerahkan uang sebesar 50 juta Peso sebagai tebusan terhadap 4 WNI itu.

Keempat Warga Negara Indonesia diturun di luar rumah Gubernur Sulu Abdusakur Tan II Rabu pukul 15:00 waktu setempat. Keempat sandera kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Baptis Teodulfo Station di Barangay Bus-Bus di Jolo untuk melakukan pemeriksaan medis.

Sebelumnya, pada tanggal 1 Mei lalu, 10 WNI yang juga disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan dan ditinggalkan di luar kediaman Gubernur Sulu Abdusakur Tan II itu. Ke 10 sandera tersebut merupakan anggota awak kapal tunda yang diculik dari perairan Sulu pada tanggal 28 Maret 2016.

Keempat WNI yang dibebaskan oleh kelompok Abu sayyaf adalah, Lorens M.P.S, Moch. Ariyanto Misnan, Samsir dan Dede Irfan Hilmi. Mereka diculik pada tanggal 15 April lalu saat sedang berlayar di perairan Tawi-tawi, Filipina.

Presiden Indonesia Joko wi mengatakan sangat bersyukur, setelah keempat WNI telah dibebaskan oleh Kelompok Abu Sayyaf. Pembebasan sandera WNI tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Filipina.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya 4 WNI yang disandera kelompok bersenjata sejak 15 Maret 2016 sudah dapat dibebaskan. Pembebasan sandera ini berhasil dilakukan melalui kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Filipina,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/52016).

Jokowi juga sangat berterima kasih atas bantuan dari Filipina yang sudah dua kali membantu membebaskan WNI yang disandrea oleh Kelompok Bersenjata di Selatan Filipina itu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Filipina yang telah melakukan kerja sama dengan sangat baik dalam membebaskan WNI kita,”ucap Jokowi.

Pembebasan keempat WNI ini, Jokowi mengatakan, merupakan salah satu hasil dari pelaksanaan pertemuan dengan para menteri luar negeri dan pemimpin militer dari Indonesia, Malaysia dan Filipina pada Kamis 05 May 2016 lalu.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*