Breaking News

Memasuki Palembang, Lewati Hutan Peserta Aksi Long March Buruh PT Pelindo I Dipatok Ular

Kurniadi, salah seorang buruh yang menjadi peserta aksi long march Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Medan menuju Jakarta dipatok ular sedang menjalani perawatan di rumah sakit di daerah Sumatera Selatan, Rabu malam (08/02/2017).

Memasuki Provinsi Sumatera Selatan, salah seorang buruh yang menjadi peserta aksi long march Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Medan menuju Jakarta dipatok ular.

Kejadiannya, ketika para peserta long march melewati hutan-hutan di sepanjang Jalur Lintas Timur Sumatera, di daerah Suamtera Selatan, kondisi sudah gelap atau malam hari, peserta rehat sejenak di sekitar perkampungan.

Nah, saat mendak menuju kamar mandi sebuah mesjid di sekitar permukiman, salah seorang peserta aksi long march bernama Kurniadi kaget dan diserang ular.

Korwil SBSI Sumatera Nicholas Sutrisman mengatakan, Kurniadi, buruh perserta aksi berusia 45 tahun itu segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk segera diobati dan dirawat dari racun gigitan ular.

“Anggota long march atas nama Kurniadi masuk rumah sakit,karena dipatok ular ketika masuk kamar mandi mesjid.Seluruh kawan-kawan SBSI Sumut mendoakan Bung Kurniadi,” ungkap Nicholas Sutrisman, Rabu malam (8/2/2017).

Ketua DPC SBSI Medan yang juga Koordinator Aksi Long Marh April Waruru menyampaikan,musibah yang menimpa salah seorang anggota peserta aksi itu terjadi sekitar pukul setengah sebelas malam.

“Perjalanan yang kami tempuh malam hari dan melintasi hutan-hutan yang masih penuh dengan binatang buas, Bung Kurniadi kena patok ular. Ya kita sudah bawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat pertolongan,” ujar April Waruru.

Memang, jalur yang dilintasi oleh para peserta aksi long march buruh itu dikenal sebagai wilayah yang masih rawan dengan hutan berisi binatang-binatang berbisa. Bukan hanya ular yang sering berkeliaran hingga ke jalanan dan permukiman penduduk, binatang hutan lainnya seperti biawak, kera, celeng dan ular berbisa lainnya pun kerap berkeliaran dari hutan.

“Semoga lekas baikan, agar kita bisa melanjutkan perjalanan,” ujar April.

Aksi long march buruh SBSI yang dimulai sejak Jumat 20 Januari 2017 itu akan ke Jakarta dan hendak menemui Presiden Joko Widodo dan jajaran pemerintah pusat. Mereka hendak menuntut hak-hak mereka dipenuhi, menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing.

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman menyampaikan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

Atas tuntutan buruh selama ini, lanjut dia, PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang sudah berkali-kali digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

Dia mengatakan, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan 378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

Rombongan aksi long march ini akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujar Koorlap Aksi April Waruwu.

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*