Breaking News

Untuk May Day, 150 Ribu Buruh Akan Geruduk Jakarta

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, jelang lebaran ini, ratusan buruh dilakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh perusahaan tempatnya bekerja, tanpa memenuhi kewajiban pengusaha.

Untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau yang dikenal dengan May Day, sebanyak 150 ribu buruh direncanakan akan tetap melakukan aksi unjuk rasa. Buruh akan memobilisir diri memasuki Ibukota Jakarta dan akan berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat untuk menggelar aksi unjuk rasanya.

Hal itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, (Jumat, 22/04/2016).

“Aksi May Day pada 1 Mei 2016 nanti, rencananya akan diikuti satu juta buruh di 32 provinsi, 250 kabupaten dan kota. Sedangkan untuk Jakarta, akan diikuti sebanyak 150 ribu buruh se-Jabodetabek, dengan titik kumpul di Bundaran HI, kemudian melalukan long march ke Istana Negara, dan pada siang harinya akan bergerak menuju Stadion Gelora Bung Karno,” ujar Said Iqbal.

Sedangkan untuk daerah-daerah yang turun aksi pada May Day itu, lanjut Said Iqbal, akan dipusatkan di masing-masing Kantor Gubernur atau kantor bupati maupun Walikota setempat.

Aksi buruh dalam rangka May Day ini, lanjut Said Iqbal, tetap menyuarakan perjuangan buruh agar pemerintah menghentikan penindasan buruh yang terjadi lewat kebijakan yang dikeluarkannya.

“Tetap menuntut pencabutan PP Nomor 78 Tahun 2015, tolak upah murah, naikkan upah minimum 2017 sebesar Rp 650 ribu,” ujarnya.

Selain itu, tuntutan lainnya adalah meminta dihentikannya kriminalisasi terhadap para buruh. “Stop kriminalisasi buruh, stop PHK,” ujarnya.

Said Iqbal juga menyampaikan, reklamasi yang terjadi di teluk Jakarta menjadi perhatian buruh dalam May Day kali ini. “Kami juga menolak reklamasi Teluk Jakarta. Menolak penggusuran, menolak RUU tax amnesty,” ujar Said Iqbal.

Dan pada momentum Hari Buruh Internasional itu, lanjut dia, buruh akan mendeklarasikan diri sebagai Organisasi Massa (Ormas) sebagai perjuangan politik.

“Akan deklarasi Ormas Buruh sebagai alat perjuangan politik kaum buruh ke depan,” pungkasnya.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*