Breaking News

Matikan Lampu, Hentikan Kendaraan, Hening; Masyarakat Tapanuli Kembali Sambut Malam Natal Dengan Menggelar 15 Menit Kidung Natal

Matikan Lampu, Hentikan Kendaraan, Hening; Masyarakat Tapanuli Kembali Sambut Malam Natal Dengan Menggelar 15 Menit Kidung Natal.

Menyambut Malam Natal, Masyarakat Tapanuli kembali akan menggelar 15 Menit Kidung Natal. Selain itu, masyarakat juga diajak tetap menjaga persaudaraan dan kedamaian dengan para pendatang, dengan mewujudkan sejumlah kreativitas yang berguna bagi banyak orang.

Hal itu terungkap dari Pertemuan Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan dengan Panitia Natal di Tapanuli bersama elemen masyarakat, di Rumah Dinas Bupati, Selasa (18/12/2018).

Dari pertemuan itu, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menyambut antusias Acara 15 Menit Kidung Natal 2018. Acara tersebut adalah yang keempat kalinya akan dilaksanakan dalam menyambut Natal di Kota Siborongborong.

Plt Ketua Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Perwakilan Tapanuli Utara, Edward Tigor Siahaan–selaku pimpinan rombongan panitia menyampaikan, keinginan Panitia kembali membuat Acara 15 Menit Kidung Natal lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Karena itu, Panitia meminta saran dan masukan dari Bupati dalam rangka menyelenggarakan acara yang notabene sudah menjadi agenda rutin tahunan.

Nikson Nababan merasa gembira bahwa Acara 15 Menit Kidung Natal ini dilaksanakan kembali dan akan mendukung penuh Panitia.

Bupati berharap, Acara 15 Menit Kidung Natal tahun 2018 ini bukan sekadar mengundang orang-orang datang, matikan listrik, menghentikan atau mengalihkan arus lalu lintas, bernyanyi, dan pulang.

“Hendaknya dikemas sekreatif mungkin agar masyarakat dan para pendatang merasakan sukacita dan berkesan dengan Hari Natal yang damai,” ujar Bupati Taput Nikson Nababan.

Lebih lanjut, Bupati menyarankan agar Panitia menawarkan kuliner-kuliner yang unik khas Tapanuli dan Siborongborong, misalnya ombusombus.

“Buatlah ombosombus dengan rasa coklat, rasa keju, atau rasa andaliman, jadi bukan rasa kelapa saja. Kita bisa juga membuat mie gomak yang terasa khas, ada (sayur) nangkanya, santannya, maupun andalimannya karena kenyataannya saat ini komposisi yang khas tersebut mulai ditiadakan dari mie gomak tidak seperti dulu lagi. Ini menjadi tantangan panitia agar mengemas Acara 15 Menit Kidung Natal dengan sajian kuliner-kuliner khas Siborongborong yang lebih kreatif dan inovatif,” harap Bupati.

Nikson juga menambahkan, pada Minggu (23/12/2018) sudah ada agenda dari Barisan Muda dan pada 30 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. Dalam kegiatan itu akan ada beberapa grup yang tampil, seperti Grup Band Kotak, Style Voice, dan lain-lain.

“Mereka meramaikan acara akhir tahun. Panitia dapat berkolaborasi pada kedua momen acara tersebut,” ujar Nikson.

Melalui acara tersebut muncul kreativitas-kreativitas baru yang semakin membuat orang mengenal Siborongborong yang bukan sekadar terkenal dengan ombosombus dan mie gomaknya, tetapi juga dengan 15 Menit Kidung Natalnya, maupun icon lainnya.

Sebelum pertemuan dengan Bupati Tapanuli Utara tersebut, Panitia sudah melakukan rapat membahas persiapan acara sejak pukul 16.00 WIB. Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) sebagai inisiator dan penanggung jawab dan Gerakan Anak Siborongborong (GRASI) sebagai pelaksana Acara 15 Menit Kidung Natal bertemu di Kedai Piltik, Siborongborong. Acara tersebut akan dilaksanakan pada Selasa (25/12/2018) pukul 20.00 WIB di lapangan Pasar Siborongborong.

Perayaan Natal unik di Siborongborong ini dengan icon 15 Menit Kidung Natal yang digagas YPDT dalam Kegiatan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) dimulai sejak 2015 (ketika itu masih 10 menit Kidung Natal). Tahun berikutnya berturut-turut 2016 dan 2017 ditingkatkan menjadi 15 menit.

Acara 15 Menit Kidung Natal secara berkala dirayakan sebagai Perayaan Natal di Kota Siborongborong dengan membuat kota Siborongborong tepat pada pukul 20.00 WIB menjadi gelap melalui pemadam listrik selama 15 menit dan menghentikan laju kendaraan. Semua aktivitas berhenti selama 15 menit untuk menyalakan lilin atau obor dengan diawali dengung lonceng gereja bertalu-talu dan menyanyikan Kidung-kidung Natal sebagai rasa syukur dan sukacita yang besar atas kelahiran Yesus Kristus di dunia menyelematkan umat manusia yang berdosa.

Dalam pertemuan dengan Bupati Tapanuli Utara, turut mendampingi Edward Tigor Siahaan selaku rombongan Panitia adalah Erikson Sihombing (Ketua Panitia 15 Menit Kidung Natal), Rima Sihombing (Sekretaris Panitia), Renhad Hutagalung (Bendahara Panitia), Quitno Nababan (Seksi Peralatan Panitia), Maruli Sihombing (Ketua BPH GRASI), Libermanto (Bendahara Umum GRASI), Erwin Lubis (Sekretaris GRASI), Bangun Sianturi (wiraswasta seni Patung, di GRASI bidang Kreativitas), Sahat Torang Parapat (Wakil Ketua GRASI), dan Ricardo Siahaan. Selain itu, Jhohannes Marbun, Sekretaris Eksekutif YPDT Pusat sekaligus Wakil Ketua Panitia GCDT IV 2018 yang dipusatkan di Baktiraja, turut menghadiri pertemuan tersebut.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*