Breaking News

Masyaallah, Urusi Amirul Haj Penyelenggaraan Haji, Menteri Agama Dapat Rp 4 Juta Per Hari Tanpa Kerja

Selama musim haji 2016 Menteri Agama dapat uang harian Rp 4 juta.

Menteri Agama sebagai pimpinan tertinggi penyelenggara ibadah haji atau Amirul Haj 2016, dianggap hanya memperoleh gaji buta Rp 4 juta per hari, tanpa melakukan apa-apa. Penghasilan tambahan itu, dianggap tidak etis dalam penyelenggaraan haji.

 

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengungkapkan, sebagai Amirul Haj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah mengeluarkan Surat Nomor 418 tentang pembentukan Amirul Haj, Naib, Sekretaris, Anggota dan sekretariat pada operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1437 H / 2016 M.

 

Menurut Uchok, Menteri Agama tanpa kerja sudah memperoleh penghasilan tambahan senilai Rp 4 juta per hari dalam pengurusan haji tahun ini. “Wow, pasti rakyat geleng-geleng kepala. Ternyata enak dan nikmat sekali jadi Menteri Agama. Sudah dikasih naik haji gratis, dan dapat pula uang harian. Enaknya Menteri agama, Lukman Hakim Saifuddin dapat penghasilan sebesar Rp 4 juta sebagai Amirul Haj,” papar Uchok dalam pesan singkatnya,  Rabu (24/08/2016).

 

Uchok mengatakan, dari informasi yang diperolehnya lewat salah seorang anggota DPR, waktu dan tugas Amirul Haj pada musim haji 2016 ini diperkirakan hanya berlangsung selama 18 hari. Jadi, kalau diasumsikan uang yang bisa masuk ke kantong pemimpin Amirul Haj, Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp 72 juta selama musim haji ini. “Ya hitung saja, dimana 18 hari dikali dengan 4 juta rupiah per hari. Ini hanya untuk seorang Amirul Haj saja,” ujarnya.

 

Sedangkan untuk rombongan Amirul Haj yang berjumlah 12 orang, lanjut Uchok, akan menghabiskan atau menghambur-hamburkan uang negara sebesar Rp 477 juta selama 18 hari. Dan itu untuk uang harian saja.

 

“Sudah pada naik haji gratis, tetapi masih tetap pada dapat uang harian lagi.  Ini sungguh terlalu, dan uang pajak rakyat habis untuk hal yang tidak berguna,” ucapnya.

 

Melihat situasi yang terjadi di tubuh Kementerian Agama saat ini, Center For Budget Analysis (CBA) meminta uang harian itu segera dihentikan maupun dibekukan.

 

“Kalau uang harian ini tetap diberikan, ini berarti Menteri Agama yang tidak punya malu sama sekali. Lihat tuh, jamaah haji harus bayar antara Rp 31.1 juta sampai Rp 38.9 juta demi menuaikan ibadah haji.  Masa Amirul Haj harus dapat uang harian? Ini betul-betul logika yang tidak masuk akal sehat manusia waras,” tandasnya.

 

Selain itu, Uchok menilai,  selama ini kinerja Menag adem-ayem saja, tidak ada terobosan dalam kinerja dan ingin cari aman saja. “Tapi, kalau bikin uang harian sebagai Amirul Haj, pintarnya bukan main. Dengan cara membuat keputusan menteri agama sendiri, dengan menetapkan bahwa untuk uang harian sebesar Rp 4 juta per hari buat. Masya allah,” tutur dia.

 

karena itu, Uchok mendesak DPR agar meminta Menag menghentikan ulahnya itu, dan uang harian tersebut dihapuskan. “Atau, Menag sendiri yang mencabut Surat Keputusan Agama RI Nomor 418 tahun 2016 itu,” pungkas dia.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*