Breaking News

Masih Sidik Dugaan Korupsi Swakelola Sudin PU Tata Air Jakut, Anak Buah Jaksa Agung Periksa Kabid Perbendaharaan DKI

Masih Sidik Dugaan Korupsi Swakelola Sudin PU Tata Air Jakut, Anak Buah Jaksa Agung Periksa Kabid Perbendaharaan DKI.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) periksa dua orang saksi terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara tahun anggaran 2013-2014.

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum mengatakan, saksi yang diperiksa, yakni Yani Suryani, Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharan Provinsi DKI Jakarta dan Moch. Yusro Uswandi, Direktur PT. Amalia Lestari.

 

“Saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 WIB dan dilakukan pemeriksaan,” kata Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2017).

 

Rum menjelaskan, saat diperiksa Yani Suryani menerangkan mengenai pembayaran kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara tahun anggaran 2013-2014.

 

“Sementara Moch. Yusro Uswandi menerangkan mengenai atas nama perusahaan yang dimilikinya digunakan dalam pelaksanaan kegiatan swakelola itu,” ujar Rum.

 

Diketahui, pada kasus tersebut penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 17 orang.

 

Kasus penyalahgunaan dana kegiatan swakelola berupa refungsionalisasi sungai dan waduk, pengerukan, perbaikan saluran penghubung, pembersihan saluran sub makro, pemeliharaan infrastruktur drainase saluran mikro dan sub mikro pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara yang bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar 116.357.789.000 rupiah tahun anggaran 2013-2014 ini dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan.

 

Selain itu, terdapat pemotongan uang pencairan anggaran kegiatan swakelola, pemalsuan-pemalsuan dokumen di dalam laporan yang seolah-olah telah dilaksanakan  seluruhnya sesuai dengan anggaran yang dicairkan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*