Breaking News

Masih Marak TKA Ilegal Asal Cina, 20-an Mandor Cina Berkeliaran Kerja di PT Long Teng Iron & Steel, Pemerintah Kok Diam Saja!

Masih Marak TKA Ilegal Asal Cina, 20-an Mandor Cina Berkeliaran Kerja di PT Long Teng Iron & Steel, Pemerintah Kok Diam Saja!

Meski sudah dilaporkan berkali-kali, namun pihak pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang masih membiarkan sekitar 20-an Tenaga Kerja Asing Ilegal asal Cina bekerja sebagai mandor di PT Long Teng Iron & Steel yang berlokasi di Pasar Kemis, Tangerang.

Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) di PT Long Teng Iron & Steel, Siswoyo mengatakan, perusahaan tersebut telah memelihara dan mempekerjakan TKA asal Cina secara ilegal. Siswoyo mengungkap, ada sekitar 20 orang lebih TKA Ilegal asal Cina yang bekerja sebagai mandor di perusahaan baja tersebut. Meski sudah dilaporkan berkali-kali dan Dinas Ketenagakerjaan sudah mengetahui keberadaan TKA Ilegal asal Cina tersebut namun tidak ada tindakan mengusir mereka.

“Sangat banyak TKA Ilegal yang bekerja di PT Long Teng Iron and Steell. Setiap tim itu mandornya orang Cina dan didampingi satu orang untuk menerjemahkan bahasa mereka,” ucap Siswoyo di Pasar Kemis, Tangerang, Kemis (2/2/2017).

Maraknya TKA Ilegal Cina yang berada di perusahaan itu, lanjut dia, sudah pernah dialaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan Tangereng. Namun sampai saat ini para TKA ilegal asal Cina tersebut masih biarkan berkeliaran di perusahaan baja tersebut.

Siswoyo mengatakan, Dinas Ketenagakerjaan Tangerang sudah sering melakukan kunjungan PT Long Teng Iron & Steel, namun setelah bertemu pihak manajemen, para petugas dan pejabat dari Dinas Ketenagakerjaan itu malah diam saja, tidak bertindak.

“Dinas Ketenagakerjaan sudah beberapa kali datang, tapi begitu bertemu pihak manajemen malah jadi bungkam juga mereka,” ucap Siswoyo.

Dia berharap, ada tindakan tegas dan memberi sanksi tegas kepada para petugas Disnaker dan manajemen perusahaan serta para pekerja ilegal dari Cina itu. “Mohon segera ditindaklanjuti dan diproses,” ujarnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*