Breaking News

Masih Kurang, Kepala BNPT Minta Penambahan Anggaran Pemberantasan Teroris

Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian: Dilihat dari pagu, masih ada kekurangan sebanyak Rp 386.787.253.000 yang dominan dibelanja barang dan modal.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta anggarannya dinaikkan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian saat rapat dengan Komisi III DPR untuk membahas anggaran dan rencana kerja 2017 meminta supaya ada penambahan alokasi anggaran.

Dengan surat edaran bersama Bappenas tanggal 13 Mei, maka pagu defenitif BNPT telah ditetapkan sebanyak Rp 505.592.273.000. Namun, Tito mengatakan kebutuhan anggaran BNPT tahun 2017 mencapai Rp 892 miliar.

“Alokasi anggaran sesuai dengan surat edaran bersama Bappenas tanggal 13 Mei maka BNPT telah ditetapkan pagu defenitif sebanyak Rp 505.592.273.000,” kata Tito di kompleks parlemen, Senayan.

Tito menilai, alokasi anggaran BNPT tahun 2017 sebanyak Rp 505.592.273.000 telah dikebiri hampir mencapai 5 persen, ada penurunan anggaran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Dengan demikian terjadi pengurangan anggaran sebanyak Rp 26.322.655.000 atau lebih kurang pengurangan mendekati 5 persen,” jelas dia.

Selain itu, Mantan Kapolda Metro dan Papua itu menjelaskan bahwa, dalam proses penyusuran RKP tahun 2017 yang melibatkan Bappenas, Menteri Keuangan dan BNPT, pihaknya sudah mengusulkan bahwa kebutuhan anggaran BNPT untuk tahun 2017 sebanyak RP 892.379.553.000.

“Dilihat dari pagu, masih ada kekurangan sebanyak Rp 386.787.253.000 yang dominan dibelanja barang dan modal,” pungkas Tito.

Orang yang baru dipilih Presiden Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu berharap, usulan penambahan anggaran untuk tahun 2017 tersebut dapat diterima.

“Apabila terjadi pemotongan karena pendapatan negara tidak terpenuhi maka kami fleksibel, dalam program maksimal,” ujarnya.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*