Breaking News

Masih Klaim Organisasi SBSI Muchtar Pakpahan ke Disnaker, Anak Buah Rekson Silaban di KSBSI Tanjung Balai Dipolisikan

Masih Klaim Organisasi SBSI Muchtar Pakpahan ke Disnaker, Anak Buah Rekson Silaban di KSBSI Tanjung Balai Dipolisikan.

Pengurus Komisariat Federasi Transportasi, Nelayan dan Pariwisata Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK FTNP SBSI) melaporkan pekerja bongkar muat yang menggunakan Nama SBSI ke Polsek Tanjung Balai, Sumatera Utara.

 

Putusan Mahkamah Agung (MA) 378 K/Pdt.Sus-HKI/2015 yang melarang menggunakan Nama, Logo, Mars dan Tri Dharma SBSI tidak dijalankan oleh KSBSI. Buruh bongkar muat yang tergabung dalam Federasi Tranportasi Angkutan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FTA KSBSI) Kota Tanjung Balai menyampaikan bahwa KSBSI mengaku-ngaku sebagai Serikat Buruh (SB) yang diakui oleh pemerintah.

 

Ketua PK FTNP SBSI, Goksui Pardede melaporkan anggota KSBSI kepolres Kota Tanjung Balai karena masih menggunakan nama SBSI dan mengaku sebagai SB yang diakui oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat. Sebelum melaporkan, Goksui sempat mengajak mereka untuk bergabung dengan SBSI, namun, FTA KSBSI tersebut tidak terima.

 

“Dengan cara itikad Baik saya menemui mereka dilokasi tempat mereka bekerja untuk tidak lagi mengaku sebagai Serikat Buruh Sejahtera Indonesia yang Resmi dan mengajak kelompok FTA-SBSI untuk bergabung menjadi Anggota FTNP-SBSI,” kata Goksui saat dihubungi, Kamis (23/03/2017).

 

Saat menemui buruh bongkar muat, Goksui mengatakan, anak buah mantan Presiden KSBSI Rekson Silaban yang mengaku sebagai FTA-KSBSi itu tidak terima saat diingatkan oleh Ketua PK FTNP SBSI agar tidak menggunakan nama SBSI lagi. Namun anggota FTA tidak terima dan sempat terjadi keributan berupa adu argumen antara kedua kubu.

 

“Mereka mengaku sebagai Serikat Buruh yang sah di akui oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungbalai. Di lapangan Ketua FTNP mendapat perlawanan dengan cara adu argumen perang mulut,” tambahnya.

 

Berselang 15 menit, lanjutnya, Pengurus Komisariat FTNP-SBSI langsung mendatangi Polres Kota Tanjung Balai untuk melaporkan kejadian tersebut. Saat mendatangi Polsek, mereka diterima langsung oleh Kapolsek Tanjung Balai.

 

Setelah memberikan keterangan, Guksui mengatakan, Kapolsek Kota Tanjung Balai akan terlebih dahulu memanggil Ketua PK FTA-KSBSI untuk dimintai keterangan. “Kapolsek mengatakan, akan memanggil ketua PK FTA-KSBSI,” ucapnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*