Breaking News

Masih Banyak Banget Ibu-Ibu Yang Tidak Di-cover BPJS Dalam Persalinan

Masih Banyak Banget Ibu-Ibu Yang Tidak Di-cover BPJS Dalam Persalinan.

Sebanyak empat jutaan ibu-ibu yang tidak dicover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) dalam proses persalinan.

 

Jumlah yang sangat besar itu menunjukkan kinerja BPJS Kesehatan belum maksimal untuk memberikan jaminan kepada kaum ibu.

 

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyampaikan, jika melihat data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), berdasarkan prediksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes)ada sebanyak 4,8 juta kelahiran setiap tahun.

 

Dengan membaca data kelahiran yang dicover BPJS Kesehatan, seperti data di atas, menurut Timboel, jumlah kelahiran dengan operasi cesar (pelayanan pertama) dilakukan terhadap 244.908 ibu. Persalinan biasa (no.5) sejumlah 110.790 ibu. Bila ditotal maka ada sebanyak 355.698 ibu yang kelahirannya dijamin BPJS.

 

“Itu baru satu semester 2017. Kalau 2 semester maka hitungan secara kasar ada sekitar 711.396 ibu yang dijamin BPJS. Jadi kalo dibilang ada 4.8 juta kelahiran maka ada 4.088.604 ibu di Republik ini yang kelahirannya tidak dijamin BPJS Kesehatan,” tutur Timboel Siregar, di Jakarta, Selasa (23/01/2018).

 

Jumlah ini cukup besar. Timboel menyampaikan, dampaknya adalah ketika bayi yang baru lahir harus mendapatkan perawatan khusus di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), misalnya, maka biaya yang ditanggung keluarga akan sangat besar.

 

“Dan hal ini bisa berakibat pada keselamatan sang bayi,” ujarnya.

 

Belum lagi, lanjutnya, masalah jumlah ruang NICU yang saat ini hanya sekitar 3.688 atau 1.1% dari total jumlah tempat tidur yang ada yaitu 333.553.

 

“Semoga Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN lebih lagi mendukung keselamatan bayi yang baru lahir,” pungkas Timboel.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*