Breaking News

Main Politik Kok Doyan SARA, Tokoh Muda Betawi Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan

Main Politik Kok Doyan SARA, Tokoh Muda Betawi Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan.

Bangsa Tahun politik 2018 dan 2019 masih menyisakan kekhawatiran akan gencarnya para politisi memainkan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Jika ini terus berkembang, maka potensi keretakan sosial akan terus terjadi di Tanah Air, yang berujung pada perpecahan masyarakat.

Tokoh Muda Betawi Jamaludin mengajak elemen masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda atau yang kini akrab dikenal sebagai ‘Generasi Milenial’ agar tidak terjebak dengan permainan politik yang mendompleng isu SARA dalam kontestasi politik.

Menurut dia, di tahun 2018 Generasi Milenial harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan melawan isu SARA. Sebab, menurut Ketua Paguyuban Masyarakat Betawi Rawa Bambon ini, memasuki tahun 2018 semestinya memberikan semangat baru bagi seluruh insan manusia. Di tahun ini juga agenda-agenda politik di Indonesia akan diselenggarakan seperti Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada).

“Dalam kontestasi politik di Indonesia khususnya Pilkada, isu SARA masih menjadi momok yang dapat melunturkan nilai kebersamaan dan keberagaman. Maka dari itu kita juga mengajak dan menghimbau  masyarakat untuk tetap menegakan Pancasila dan tidak termakan oleh isu -isu yang digunakan oleh segelintir orang untuk kepentingan politik,” tutur Jamaludin, di Jakarta, Kamis (11/01/2018).

Politisi Muda Betawi ini menegaskan harus ada semangat baru yang muncul dari masyarakat Indonesia khususnya semangat untuk menegakkan Pancasila dan menjaga kebhinekaan di kehidupan bermasyarakat.

“Jangan sampai di tahun baru ini kita masih terjebak dengan isu SARA yang sebenarnya digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi saja,” ujarnya.

Jamaludin mengatakan, Pancasila dan Kebhinnekaan adalah roh Indonesia. Karena itulah, Indonesia akan bubar jika Pancasila dan kebhinnekaan tidak dijaga.

“Pokoknya di tahun 2018 ini Pancasila dan kebhinekaan adalah garda terdepan dalam menangkal radikalisme dan isu SARA. Apalagi di momen politik pasti isu-isu tersebut rawan untuk merasuki masyarakat sehingga gampang teradu domba. Kita tentunya tidak ingin seperti itukan?” Ujarnya.

Dia juga menambahkan, peran generasi milenial juga sangat penting saat ini. “Karena sebagai generasi penerus bangsa harus bisa memberikan semangat pembaharuan bagi masyarakat agar ke depannya masyarakat semakin menjaga persatuan dan menghargai nilai perbedaan yang ada di Indonesia,” pungkas Jamaludin.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*