Breaking News

Luncurkan Program Penguatan Pendidikan Pancasila, Kemenristek Dikti Jalin Kerja Sama Dengan Lembaganya Yudi Latif

Luncurkan Program Penguatan Pendidikan Pancasila, Kemenristek Dikti Jalin Kerja Sama Dengan Lembaganya Yudi Latif.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menjalin kerja sama dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) dalam peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila.

 

Program pendidikan ini dirasa perlu, sebab kini, Pancasila kian jauh dari diskursus keilmuan. Jurubicara Panitia Pelaksana Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila Jeirry Sumampouw menyampaikan, kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh-tokoh lintas agama dan kepercayaan, mahasiswa dan para stake holders.

 

Selain itu, sejumlah akademisi dari berbagai kampus, para seniman dan musisi juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Jeirry juga menyampaikan, peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo, bersama  Kepala UKP Pancasila Yudi Latif, Ketua Dewan Pengarah UKP Pancasila, Megawati Soekarnoputri dan Menristek Dikti, Mohamad Nasir.

 

“Sejak zaman reformasi hingga kini, Pancasila nyaris sepi dari perbincangan. Baik perbincangan dalam diskursus keilmuan, maupun perbincangan praksis tentang pengejawantahan nilai-nilai Pancasila menjadi bagian dari moralitas keseharian,” ujar Jeirry dalam siaran persnya, Sabtu (12/08/2017).

 

Dia menjelaskan, selama belasan tahun Pancasila kurang mendapat perhatian serius di sekolah. Bahkan ada kegamangan di kalangan penyelenggara negara untuk menyuarakan dan mengartikulasikan Pancasila di ruang publik.

 

“Pasokan moral yang mendominasi wacana publik termasuk peserta didik hanya diisi oleh moralitas partikular yang bersumber dari eksklusivitas. Mereka kurang terbudayakan dalam moral publik,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, penguatan kembali ideologi Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, melalui keyakinan, alam pikiran (pengetahuan), dan praktik hidup (pengamalan) perlu mendapat perhatian bersama.

 

Segenap pemangku kepentingan perlu bekerjasama menghidupkan dan menggelorakan kembali Pancasila sebagai laku hidup anak-anak bangsa.

 

Dia menyampaikan, Pancasila perlu menjadi gerak nadi kaum muda Indonesia, tulang sungsum bangsa, sehingga generasi muda dapat mengaktualisasikan Pancasila sebagai inspirasi dan daya dorong berprestasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

 

“Atas dasar itu, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) mendukung Kemenristek Dikti untuk menyelenggarakan Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila,” ujarnya.

 

Kegiatan ini dirangkaikan pada Jum’at-Sabtu (11-12 Agustus 2017) di Istana Bogor. “Kegiatan ini diikuti 530 mahasiswa dan 110 dosen dari seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini digunakan pendekatan interaktif dan partisipatif, dan akan diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*