Breaking News

Usai Pilkada DKI Jakarta, di Hari Kartini Banteng Muda Indonesia Gelar Bazar Murah

Lucu, Tak Kesampaian Bagi-Bagi Sembako di Pilgub, Banteng Muda Indonesia Gelar Bazar Murah di Hari Kartini.

Di Jakarta, maraknya pembagian sembako murah atau bagi-bagi sembako gratis oleh pasangan calon gubernur tertentu sedang gila-gilaan disorot oleh publik. Di tengah hiruk-pikuk pilkada DKI Jakarta yang baru saja selesai, Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar kegiatan Bazar Murah kepada masyarakat Jakarta di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Sabtu (22/04/2017).

 

Koordinator BMI, Pilian Hutasohit dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Kartini dengan mengadakan Bazar Murah 500 paket sembako.

 

“Ini adalah bentuk penghargaan BMI terhadap Kartini yang telah memperjuangkan emansipasi wanita, sehingga BMI hadir dengan membuat acara pembagian sembako murah,” ujar Pilian.

 

Menurut Pilian, kegiatan ini bertujuan agar semua pihak dapat berlomba-lomba untuk melakukan kegiatan positif di tengah-tengah masyarakat bukan hanya karena kepentingan sesaat semata.

 

“BMI melakukan hal ini karena merasa bahwa memang banyak masyarakat yang butuh bantuan utk dapat memperoleh sembako dengan kondisi pendapatan mereka yang masih memprihatinkan dan itu lah makna hari Kartini yang saat ini kita lakukan,” ucapnya.

 

Pembagian sembako ini, kata Pilian,  dibagian khusus para ibu rumah tangga untuk dapat bersama-sama membangun Jakarta dan saling bergandengan tangan melawan provokasi dengan hal-hal yang berbau makar yang anti Pancasila dan NKRI.

 

“Para ibu-ibu tidak boleh melupakan jasa- jasa Ibu Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, atas perjuangan itulah maka saat ini para ibu dan wanita di seluruh pelosok Indonesia mempunyai kedudukan yang sama dengan para pria di semua lini termasuk didalam politik,” ujarnya.

 

Pilian menambahkan, bukti nyata yang bisa dirasakan kaum wanita dengan perjuangan Kartini yakni mempunyai porsi di panggung politik.

 

“Undang-Undang Pemilu yang tengah dibahas, partai diharuskan memenuhi persentase keterwakilan perempuan di Parlemen,” ucap tokoh masyarakat Kebon Pala sekaligus Politisi PDI Perjuangan itu.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*