Breaking News

Long March 40 Hari dan Aksi Menginap di Depan Istana Negara, Diterima Sekjen PDIP, Ucapkan Terimakasih Buruh PT Pelindo I Belawan Balik ke Medan

Ucapkan Terimakasih, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Prof Dr Muchtar Pakpahan, SH, MA beserta jajaran DPP SBSI bersama ratusan buruh PT Pelindo I Belawan yang tergabung dalam Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan bertemu dengan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10 Maret 2017).

Ratusan buruh PT Pelindo I Belawan yang menggelar aksi jalan kaki atau long march dari Kota Medan ke Jakarta akhirnya balik kampung.

 

Para pekerja yang tergabung dalam Buruh Koperasi Karyawan Pelabuhan (Kopkarpel) UTPK Belawan-Pelindo I itu pun telah menyelesaikan perjalanan sepanjang 2000 kilometer selama 40 hari, selanjutnya masih menggelar aksi damai di Jakarta, yakni di depan Istana Negara dan Kantor Kementerian BUMN selama 20 hari.

 

Setelah dimediasi oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto untuk bertemu dengan pihak PT Pelindo I di Jakarta, dan sejumlah pernyataan kesepakatan pun diteken, maka para buruh itu mendatangi kanto DPP PDIP di Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, pada Jumat 10 Maret 2017, untuk mengucapkan terimakasih sekaligus pamit untuk pulang ke Medan.

 

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP-PDIP), Hasto Kristiyanto menyambut kedatangan ratusan buruh yang tergabung dalam Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu.

 

Hasto mengatakan, memperjuangkan buruh sudah menjadi tugas bagi PDIP. “Prinsip dalam Pancasila sebagaimana pidato Bung Karno, ada prinsip yang kuat yaitu soal kesejahteraan. Dengan demikian, memperjuangkan buruh bagi PDI Perjuangan adalah tugas ideologis sesuai nilai Pancasilan,” ucap Hasto di gedung DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (10/03/2017).

 

Dia menyampaikan, PDIP akan selalu mengarahkan keberpihakannya pada kepentingan arus bawah rakyat. Pertemuan yang dilakukan oleh PDIP dengan buruh merupakan bukti bahwa partai penguasa saat ini merupakan partai yang pro terhadap rakyat.

 

“Pertemuan ini sangat penting bagi kami, bahwa watak politik dan kekuasaan PDI Perjuangan adalah kerakyatan,” ujar Hasto.

 

Perjuangan ratusan buruh PT Pelindo I dalam menuntut haknya sudah dilakukan sejak 20 Januari 2017. Mereka sudah melakukan berbagai upaya dan juga menempuh jalur hukum. Para buruh yang rata-rata sudah belasan tahun bekerja di PT Pelindo I Tidak terima dengan tindakan yang diambil oleh perusahaan.

 

Karena sudah bertahun-tahun bekerja, namun pihak perusahaan justru mengubah status mereka menjadi pekerja outsourcing.

 

Sebelum ke Jakarta, mereka sudah melakukan aksi di kantor pusat Pelindo I, Jalan Krakatau, Medan, selama 7 hari, yang dilanjutkan dengan menggelar aksi selama 5 hari di Belawan Internasional Countener Terminal (BICT).

 

Namun pihak perusahaan tidak memperdulikan mereka hingga akhirnya memutuskan melakukan aksi long march ke Istana Negara untuk mengadukan nasibnya kepada Presiden Republik Indonesia, Jokowi.

 

Setibanya di Jakarta, ratusan buruh yang melakukan aksi jalan kaki dari medan menuju istana negara yang rencananya untuk menemui presiden RI, tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Selama satu minggu penuh mereka berdiri didepan istana negara, namun tidak diperdulikan oleh presiden Jokowi.

 

Mereka kemudian melanjutkan aksinya kedepan kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun mereka juga tidak diperdulikan oleh kementerian BUMN yang membawahi PT Pelindo I. Mereka sangat kecewa dengan sikap pemerintah saat ini yang tidak memperdulikan rakyat kecil.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*