Breaking News

Lewati Jarak Tempuh 600 Kilometer, Hari Kedelapan Aksi Long March Buruh SBSI, Di Riau Tokoh Agama Sumbang Beras

Lewati Jarak Tempuh 600 Kilometer, Hari Kedelapan Aksi Long March Buruh SBSI, Di Riau Tokoh Agama Sumbang Beras.

Sudah memasuki hari ke delapan ratusan buruh PT Pelindo I Medan tergabung dalam aksi long march Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Medan menuju Jakarta. Dua provinsi pun sudah dijelajahi. Jarak sepanjang 600 kilometer sejak berangkat dari Medan, Sumatera Utara pada Jumat (20/01/2017), sudah terlampaui.

 

Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Medan April Waruwu yang juga sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menjelaskan, sejak melewati Provinsi Sumatera Utara, para peserta berjalan kaki menyusuri hutan-hutan dan jalanan sepi.

 

“Sesekali beristirahat di bawah pepohonan, dan juga memasak di depan rumah warga setempat daerah hutan perkebunan, di daerah yang di lalui, sembari mengecek kondisi kesehatan masing-masing peserta,” tutur April Waruwu, Sabtu malam (27/01/2017).

 

Jelang sore hari, di hari ke delapan, para peserta aksi long march memasuki Kota Bagan Batu, Provinsi Riau. April Waruwu mengatakan, sambutan warga dan turut mendukung perjuangan buruh membela dan memperjuangkan hak-haknya sangat antusias.

 

Bahkan, sejumlah tokoh masyarakat di daerah yang dilalui, turut memberikan dukungan moral, dan juga menyumbang logistik. “Seperti yang terjadi di Bagan Batu, kami disumbang sembako dan beras dua karung oleh Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama yang merupakan pengurus mesjid di tempat ini,” ujarnya.

 

April menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua warga yang dilintasi, dan juga kepada para tokoh masyarakat setempat yang memberikan dukungan moril dan materil bagi perjuangan buruh.

 

Malam sebelumnya, terang dia, pada pukul 01.00 WIB dini hari, para peserta aksi menginap di Kantor Camat, Cikampak, Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. “Siang hari, sesekali beristirahat di daerah hutan Bagan Batu, Riau. Sembari memeriksa kondisi fisik dan kesehatan para peserta. Sejumlah peserta mengalami lecet di kaki selama melakukan aksi long march,” ujar April.

 

Sebelumnya, di hari ke tujuh, yakni Kamis 26 Januari 2017, para buruh PT Pelindo I Medan yang tergabung dalam aksi long march Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I telah berlalu meninggalkan kawasan Provinsi Sumatera Utara menuju Provinsi Riau.

 

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besaranya kepada semua pihak di Sumatera Utara yang telah membuka hati dan memberikan bantuan moril maupun materil bagi perjuangan buruh ini. Semoga bantuan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat kali oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan, percayalah, tidak ada perbuatan baik yang akan menjadi sia-sia. Salam Solidaritas!” tutur April Waruwu.

 

Aksi long march buruh SBSI yang dimulai sejak Jumat 20 Januari 2017 itu akan ke Jakarta dan hendak menemui Presiden Joko Widodo dan jajaran pemerintah pusat. Mereka hendak menuntut hak-hak mereka dipenuhi, menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing.

 

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman menyampaikan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

 

Atas tuntutan buruh selama ini, lanjut dia, PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

 

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang sudah berkali-kali digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

 

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

 

Dia mengatakan, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

 

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

 

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

 

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia  (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

 

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan  378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

 

Rombongan aksi long march ini  akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujar Koorlap Aksi April Waruwu.

 

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR)

Untuk Informasi Up-date Aksi Long March Buruh dari Medan ke Jakarta, bisa menghubungi:

Contact Person:
Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan: 081295853704
Sekjen DPP SBSI Andi Naja F Paraga: 087884044215
Korwil SBSI Se-Sumatera Amser Hutauruk: 087711145338
Korwil SBSI Sumatera Nicholas Sutrisman: 081263976597
Ketua Korwil SBSI Sumut Arsula Gultom: 085297318011
Ketua DPC SBSI Medan April Waruwu: 081310052827 dan 081310052872

Leave a comment

Your email address will not be published.


*