Breaking News

Lebih Hidup Dan Penuh Cita Rasa, Pratama Film Kembali Persembahkan Kisah Bibel: David And Goliath The Movie 2016

Filem David And Goliath 2016

Tontonan film dengan karakter dan kisah-kisah yang diangkat dari riwayat nabi-nabi di dalam Alkitab atau Bible kembali disuguhkan dengan lebih menarik.

Setelah Film tentang Nabi Nuh diangkat dalam sebuah film NOAH pada tahun 2014 dan Film tentang Nabi Musa dalam EXODUS: Gods and Kings 2014, maka di bulan maret 2016 ini Perfilman Amerika kembali akan Merilis film tentang Nabi DAUD. Kisah perjuangan dan keberanian David (Nabi Daud) yang di riwayatkan dalam Bible, sebenarnya sudah banyak di suguhkan ke layar lebar. Namun tidak semuanya tercatat secara menarik disajikan.

Anton Pratama, pemegang lisensi untuk distributor film-film barat ini, menjelaskan kali pertama cerita legenda David dan Goliath disuguhkan ke layar lebar pada tahun 1960,  oleh duet sutradara Ferdinando Baldi asal Italy, dan Richard Pottier sutaradara berdarah Austria kelahiran Prancis. Duet Baldi dan Pottier akhirnya tanpa disengaja menjadi geliat industri perfilman Hollywood yang hingga kini banyak produser melakukan remake film sejarah kehebatan Nabi Daud itu.

“Terakhir pada 2015 lalu, film berjudul sama David and Goliath I will do it pun diusung, sayangnya hasilnya di pasaran sangat buruk. Kini di tahun baru 2016, film David and Goliath  kembali hadir dengan taste yang tentunya sangat berbeda, ini sangat berkelas,” kata Anton di Ancol Mall, Restoran Sinjuku, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Di tangan Wallace bersaudara, lanjut Anton, film David and Goliath (trailer :  https://www.youtube.com/watch?v=JJqJhiXDi9c ) lebih berwarna dan punya greget dengan penyajian visual dan gaya yang jauh lebih menarik, kisah berdarah, heroik dan keyakinan.

“Menyaksikan film historikal bermuara Bibilic, tentu harus dengan taste. Untuk itu anda tidak sekedar disajikan dengan gambar-gambar monumental namun penyampaian bahasa visual yang lebih banyak disampaikan sebagai  penghayatan  sejarah  peradaban, seperti yang sering kita lihat dalam film-film Biblical,” ujar Anton.

Anton mengatakan, produser dan penulis naskah Jeffrey Giles sebagai orang di belakang layar yang pernah terlibat lewat The Expendables ingin menjadikan film kisah heroik Nabi Daud sebagai film paling ciamik.

Tidak banyak film berbasis Biblic dengan muara sejarah kenabian Daud  yang sukses di pasaran, sosok Goliath dalam film ini memang di bungkus dengan tampilan fisik yang wajar, bukan seperti banyak rekaan yang meng-imajinerkan sosok raksasa jahat, kekar dengan tinggi badan nyaris 3 meter bahkan lebih. Tapi bisa dikatakan ini adalah film layak tonton di tahun 2016 ini.

Dikatakan Anton, meski tidak memasang nama bintang besar, film ini tetap punya sentuhan berbeda. Film David and Goliath yang akan ditayangkan di Indonesia mulai 16 Maret di jaringan CGV Blitz , Cinemaxx dan lainnya ini, dibintangi  Matt Berberi – Outstanding Action Performance by a Stunt Ensemble in a Motion Picture for The Amazing Spider-Man (2012), Michael Foster (Road Wars), John Knox ( the good sherperd ) dan lainnya.

Film yang di-eksplor dari ayat Alkitab yakni 1 Samuel, tambah Anton, akan ditayangkan di 36 layar lebar di 16 kota Indonesia.  “Semoga film ini menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

Anton juga mengatakan,  tujuan dalam mendistribusikan David and Goliath Movie 2016 ini untuk memberikan suatu warna dan pesan secara Alkitabiah kepada khalayak, sehingga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dan, nantinya diharapkan lebih mendorong, tetap percaya, memuji Tuhan dan bersyukur apapun yang tejadi di dalam kehidupan sehari-hari.

“Puji Tuhan, saya berfikir bahwa film action drama ini adalah hal yang cocok ditayangkan, karena film ini bisa menggambarkan bahwa banyak sekali orang menghadapi masalah besar. Baik dari pandangan politik, ekonomi dan berbagai hal. Seperti David melawan Goliath  sebagai masalah besar,” ujar Anton.

Selain itu, setelah film yang mengisahkan nabi Daud ini, dalam waktu yang tidak lama lagi, Anton berencana mengangkat kembali film yang berjudul God’s Not Dead yang ke dua. Dimana dalam kisah ini, disebut seorang dosen penganut Atheis menanggap bahwa Tuhan sudah mati.

“Dengan adanya pikiran logika yang masuk dan keyakinan bisa merubah jalannya, ini yang mau saya angkat lagi,” tutup dia.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*