Breaking News

Korupsi Sengsarakan Buruh, Pekerja Dukung KPK Usut Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan

Korupsi Sengsarakan Buruh, Pekerja Dukung KPK Usut Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak Presiden Republik Indonesia segera mengambil langkah tegas atas teror dan kekerasan yang terjadi pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

 

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan, tindakan melemahkan KPK sama saja dengan upaya jahat para koruptor untuk semakin menyengsarakan buruh.

 

“KSPI dan buruh Indonesia mengutuk keras, dan mendesak Presiden RI untuk memgambil langkah yang cepat dan tegas terhadap teror dan tindakan kriminal kepada penyidik KPK Novel Baswedan yang pada hari ini disiram air keras oleh dua orang yang tak dikenal,” ujar Said Iqbal, di Jakarta, kemarin.

 

Menurut Said Iqbal, tindakan teror dan kekerasan yang dialami oleh Novel Baswedan berkaita dengan pemgusutan mega korupsi e-KTP yang diduga melibatkan pejabat pemerintah, Gubernur, pimpinan partai politik, dan anggota DPR RI.

 

Karena itu, lanjut dia, KSPI dan buruh Indonesia sangat peduli, dan akan bertindak mengorganisir aksi besar-besaran di seluruh Indonesia untuk mendukung perjuangan KPK memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.

 

“Khuusnya terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang saat ini menjadi Kepala Satuan Tugas yang menangani kasus mega korupsi e-KTP yang merugikan negara lebih dari Rp 2.3 triliun, lebih besar dari mega korupsi “Edi Tansil”,” ujar Said Iqbal.

 

Iqbal memgingatkan, serikat buruh di dunia, selalu memperjuangkan isu upah dan kesejahteraan, lingkungan hidup, HAM, dan anti korupsi.

 

“Korupsi merajalela, buruh menderita. Bebas korupsi, buruh sejahtera,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, disampaikan Said Iqbal,  pada Rabu, 12 April 2017 sekitar jam 15.30 wib, akan ada aksi ribuan buruh di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan Jakarta,  untuk mendukung KPK memberantas korupsi.

 

“Menutut agar KPK memenjarakan para penjabat pemerintah, Gubernur, pimpinan partai politik, dan anggota DPR RI yang diduga terlibat mega korupsi e-KTP serta mendukung perjuangan KPK khususnya melindungi Novel Baswedan dan penyidik yang menangani kasus e-KTP,” ujarnya.

 

Iqbal mengatakan, aksi ribuan buruh itu akan dimulai dari titik kumpul di depan Kementerian  ESDM, jam 10.00 WIB. Kemudian, dari sana buruh melakukan longmarch ke Istana Negara dan Mahkamah Agung untuk menyuarakan tuntutan upah dan kesejahteraan buruh.

 

“Yang kemudian aksi ini berakhir di kantor KPK untuk menyuarakan tuntutan melindungi Novel Baswedan dan kawan-kawan. Aksi juga akan silakukan secara serentak di beberapa daerah seperti di Aceh, Medan, Batam, Surabaya, Semarang,” pungkas Said Iqbal.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*