Breaking News

Korupsi Pengadaan Kapal, Kejagung Tahan Mantan Dirut PT Pertamina Trans Kontinental

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Trans Kontinental,‎ Suherimanto terkait kasus dugaan korupsi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun anggaran 2012-2014 dengan kerugian keuangan negara sebesar 35,32 miliar rupiah.

 

Direktur Penyidikan (Dirdik) JAM Pidsus Kejagung, Warih Sadono mengatakan, penahanan tersebut dilakukan setelah tersangka Suherimanto menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung Bundar Kejagung.

 

“Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari kedepan terhitung hari ini,” kata Warih di kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (03/07/2017).

 

Menurut Warih, penahan itu dilakukan karena adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi-saksi dan merusak barang bukti.

 

“‎Ancaman hukumannya juga diatas lima tahun, penahanan untuk mempercepat proses penyidikan,” ujarnya.

 

‎Sementara, ketika dikonfirmasi terkait penahanan oleh penyidik, tersangka Suherimanto enggan untuk berkomentar. Mantan Dirut PT Pertamina Trans Kontinental itu bergegas menuju mobil tahanan dengan mengenakan rompi berwarna orange meninggalkan Gedung Bundar Kejagung.

 

Sebelumnya, penyidik telah mengisyaratkan bahwa akan ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS). Penyidik menemukan adanya dugaan kick back atau suap dalam kasus yang telah menyebabkan kerugian negara sebesar 35,32 miliar rupiah.

 

Adapun Suherimanto dijerat Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

 

Kasus ini berawal ketika PT Pertamina Trans Kontinental melakukan pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Transko Celebes dan AHTS Transko Andalas senilai 28,4 juta dolar Amerika melalui perjanjian dengan PT. Vries Maritime Shipyard (VMS) selaku pemegang proyek pengadaan.

 

Pengadaan kapal tersebut dilakukan dengan tanpa lelang sebagaimana ketentuan yang berlaku.

 

Selain itu, PT. VMS ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan meskipun tidak memenuhi persyaratan berupa pengalaman tertentu, sumber daya manusia, modal, peralatan, dan fasilitas lain yang sesuai dengan kriteria perusahaan. PT. VMS juga belum memiliki SIUP, TDP, Nomor Identitas Kepabeaan, dan Angka Pengenal Impor Produsen saat ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan.

 

Tersangka Suherimanto selaku Direktur Utama PT. Pertamina Trans Kontinental menyetujui permohonan PT. VMS untuk memberikan pinjaman sebesar 3,5 juta dolar Amerika meskipun bertentangan dengan Surat Perjanjian dan tanpa persetujuan Dewan Komisaris.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*