Breaking News

Korupsi Pengadaan Alat Pemecah Ombak, Tak Lama Lagi Bupati Minahasa Utara Vonni Panambunan Dkk Akan Jadi Tersangka

Korupsi Pengadaan Alat Pemecah Ombak, Tak Lama Lagi Bupati Minahasa Utara Vonni Panambunan Dkk Akan Jadi Tersangka.

Proses penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan Alat Pemecah Ombak di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara gencar dilakukan. Tidak lama lagi, Bupati Minahasa Utara Vonni Anneke Panambunan dan sejumlah kroninya akan ditetapkan sebagai tersangka.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) Mangihut Sinaga memastikan bahwa proses pengusutan kasus yang dilaporkan masyarakat Minahasa Utara (Minut) terkait Bupati Vonni Anneke Panambunan dan rekan-rekannya tidak akan berhenti pada penetapan tersangka sejumlah bawahan Bupati.

 

Mangihut Sinaga menyampaikan, proses penyidikan yang dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara harus sampai pada penetapan otak atau aktor utama korupsi di wilayah itu.

 

“Kami masih on the track. Proses pengembangan penyidikan masih berjalan. Dan itu harus dikembangkan hingga ke otak pelaku sebenarnya,” tutur Mangihut Sinaga.

 

Mangihut mengatakan, tidak lama lagi juga akan diumumkan tersangka baru dalam pengusutan perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pemecah Ombak atau Penimbunan Pantai di Desa Likupang, Minahasa Utara, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Minahasa Utara Tahun 2016 itu.

 

“Kita tidak bermain-main. Siapapun yang terlibat dan terbukti dengan alat bukti yang kuat ya akan segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kami masih dalam proses pengembangan penyidikan,” ujarnya.

 

Ketika ditanya apakah Bupati Minahasa Utara VonniAnneke Panambunan akan segera ditetapkan sebagai tersangka, Mangihut Sinaga mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ke sana.

 

“Intinya semua yang terbukti melakukan korupsi ya kita tahan nantinya. Kami masih terus melakukan pengembangan penyidikan,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Yonie E Mallaka menjelaskan bahwa pada Senin 6 November 2017, Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara telah melakukan penahanan terhadap Tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pemecah Ombak / Penimbunan Pantai di Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Minahasa Utara TA 2016, atas nama R.T selaku mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara (Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA), dan SHS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

 

“Juga dilakukan penahanan untuk selama 20 (dua puluh) hari yaitu terhitung sejak 6 November 2017 hingga 25 November 2017 di Lapas Kelas IIa Malendeng Manado. Selanutnya juga sudah dilakukan perpanjangan masa penahanan,” tutur Yonie.

 

Dia mengungkapkan,berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka pada 6/11/2017, penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP.

 

Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp. 8,8 Milyar tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara.

 

Terhadap kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001.

 

Selanjutnya, kata Yonie, pada Rabu tanggal 15 November 2017, Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara juga telah melakukan penahanan terhadap Tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pemecah Ombak / Penimbunan Pantai di Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara TA 3016, atas nama RM selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, pelaksana pekerjaan.

 

“Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan. Penyidik harus sampai kepada otak pelaku korupsi itu. Mudah-mudahan tidak lama lagi para otak utamanya bisa segera ditetapkan tersangka dan ditahan. Sebab, sudah banyak saksi yang diperiksa, dan total saat ini ada tiga orang tersangkanya yang sudah ditetapkan. Bahkan kerugian negaranya sudah jelas. Penyidik bekerja keras, dan semoga hasil pengembangan membawa kabar baik dalam pengusutan tuntas perkara ini,” pungkas Yonie.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*