Breaking News

Korupsi Pegawai Pajak, Kejagung Tetapkan Kasi Kantor Pajak Gambir Sebagai Tersangka

Korupsi Pegawai Pajak, Kejagung Tetapkan Tersangka Kasi Kantor Pajak Gambir.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Penerimaan Gratifikasi, Hadiah atau Janji Dalam Pengurusan Pajak sebesar 14 miliar rupiah.

 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum mengatakan, penyidik telah menetapkan tersangka Kepala Seksi (Kasi) Kantor Pelayanan Pajak Madya Gambir berinisial “AP”. Penetapan tersebut berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-61/F.2/Fd.1/08/2017 tanggal 18 Agustus 2017.

 

“Setelah penyidik melakukan pemanggilan secara patut, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan menetapkan tersangka inisial AP,” ujar Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (21/08/2017).

 

Rum menambahkan, tersangka AP disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, 12 huruf b, 12 B, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan tersangka mantan Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Selatan berinisial “JJ” berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-18/F.2/Fd.1/05/2017 tanggal 4 Mei 2017.

 

Kasus ini bermula ketika tersangka JJ melakukan penyalahgunaan wewenang yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi yang diduga menerima suap (Gratifikasi) dalam penjualan faktur pajak dari beberapa perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perantara pihak lain, diantaranya security perumahan, office boy KPP Madya, serta tukang jahit.

 

JJ juga diduga menerima dana dari pihak-pihak lain melalui rekening yang bersangkutan di beberapa Bank dengan total sebesar 14.162.007.605 rupiah, selanjutnya dana atau uang yang diterima dipergunakan untuk pembelian mobil, logam mulia, dan property.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*