Breaking News

Korupsi di MA, KPK Curigai Isteri Nurhadi Terlibat

KPK telah meminta LHA atas transaksi di 3 buah rekening.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai adanya rekening gendut dari transaksi yang dilakukan oleh Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan istrinya Tin Zuraida, yang juga pejabat Pusdiklat MA. Meski menaruh curiga, namun untuk memastikan hal tersebut, KPK tetap meminta Laporan Hasil Analisis (LHA) atas rekening keduanya kepada PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

“Ya, sebenarnya kan sebelumnya PPATK sudah pernah mengirim, tapi kan kalau ini KPK berhak meminta karena menduga ada rekening atau transaksi yang mencurigakan yang bisa ditelusuri,” ungkap Plt Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2016).

KPK telah meminta LHA atas transaksi di 3 buah rekening, lanjut Yuyuk, dua rekening atas nama Nurhadi dan istrinya, sementara satu rekening lagi belum terungkap.

“Kalau enggak salah ada tiga, tapi aku yang satu itu belum tahu. Jadi Nurhadi, istrinya, dan satu lagi atas nama siapa,” ujar Yuyuk.

Sebelumnya, penyidik KPK baru sekali melakukan pemeriksaan kepada Tin Zuraida sebagai saksi.

Namun, Tin yang merupakan pejabat eselon II yaitu sebagai Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, sama sekali belum pernah memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Semenjak KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap panitera PN Jakpus Edy Nasution. Baik Tin dan Nurhadi Dia diduga menerima duit dari Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga, Doddy Aryanto Supeno.

Setelah selesai diperiksa KPK, para awak media meminta penjelasan atas isu tersebut kepada Nurhadi dan Tin Zuraida, namun keduanya memilih diam.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*