Breaking News

Korupsi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), Jampidsus Menahan Tiga Orang Mantan Petinggi Sebagai Tersangka

Korupsi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), Jampidsus Menahan Tiga Orang Mantan Petinggi Sebagai Tersangka.

Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menahan tiga orang mantan petinggi PT Dok dan Perkapalan Surabay (Persero) dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tangki fiktif.

 

Ketiga tersangka yang merupakan mantan Direktur itu digadang ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), M Adi Toegarisman menyampaikan, kasus yang ditanganinya itu adalah dugaan korupsi pengadaan pembuatan tangki pendam fiktif di Muara Sabak, Jambi, pada tahun anggaran 2010-2011.

 

“Jadi penyidik menahan tiga tersangka di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejagung terhitung mulai hari ini sampai 20 hari ke depan,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Adi Toegarisman di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (25/01/2018).

 

Adi mengatakan, ketiga tersangka merupakan mantan pejabat di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) yakni NST selaku Direktur Keuangan, NY selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan serta JWY selaku Direktur Produksi.

 

Selain itu, ada satu tersangka lainnya, yakni mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) berinisial FA, namun saat ini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus yang berbeda.

 

Ketiga eks direktur PT Dok dan Perkapalan (Persero) itu digiring ke Rutan Salemba Cabang Kejagung setelah menjalani pemeriksaan sejak Kamis pagi hingga sore. Dengan mengenakan rompi merah muda, ketiganya menutupi mukanya menghindari wartawan.

 

Kasus tersebut berawal pada Agustus 2010, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) melakukan kontrak dengan PT Berdikari Petro untuk pembangunan tangki pendam di Muara Sabak senilai Rp179,9 miliar. Kemudian PT Dok dan Perkapalan melakukan sub kontrak pekerjaan tersebut kepada AE Marine Pte.Ltd di Surabaya baik sebagai perencana, pelaksana dan selaku pengadaan bahan-bahan material dengan nilai kontrak 19.032.071 dolar AS.

 

Perusahaan BUMN tersebut merekayasa rencana fisik atau bobot fiktif pembangunan tangki pendam dan melakukan pembayaran kepada AE Marine.

 

“Uang itu sebenarnya digunakan oleh PT Dok dan Perkapalan untuk membayar kekurangan pembelian bahan material pembelian dua kapal tanker milik PT Pertamina kepada Zhang Hong Pte Ltd selaku suplier tunggal,” kata Adi Toegarisman.

 

PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) telah memberikan uang muka sebesar Rp30 miliar kepada AE Marine.

 

“Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa proyek pembuatan tangki pendam itu, ternyata tidak ada pekerjaan,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*