Breaking News

Korupsi Dana Talangan 27 Juta Dolar, Jaksa Periksa Mantan Pejabat PT PANN

Korupsi Dana Talangan 27 Juta Dolar, Jaksa Periksa Mantan Pejabat PT PANN.

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa mantan pejabat di PT Pengembangan Armada Niaga Nasional atau PT PANN (Persero). Adapun pemeriksaan itu terkait kasus dugaan korupsi pembiayaan, pengalihan hutang, dan pengoperasian serta pemberi dana talangan oleh PT PANN (Persero) kepada PT Meranti Maritime yang telah merugikan keuangan negara sebesar 27 juta dolar Amerika.‎

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M. Rum mengatakan, penyidik Pidana Khusus telah memeriksa dua orang pejabat PT PANN, yakni mantan Kepala Divisi Keuangan PT. PANN (Persero), Gompis Lumban Tobing dan mantan Kepala Bagian Pemasaran PT. PANN (Persero), Hadi Wiyono.

 

“Pemeriksaan terhadap kedua orang itu statusnya masih sebagai saksi,” kata M. Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (20/03/2017).

 

Kepada penyidik, Gompis Lumban Tobing menerangkan mengenai prosedur pembayaran pembelian kapal yang akan dibiayai oleh PT. PANN Multi Finance kepada PT. Meranti Maritime.‎

 

Sedangkan Hadi Wiyono, lanjutnya, juga menerangkan hal yang sama yaitu mengenai pembelian kapal yang dibiayai oleh PT. PANN Multi Finance kepada PT. Meranti Maritime.

 

“Pemeriksaan itu dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Bundar,” ujar mantan Wakil Kepala Kejati DKI Jakarta itu.

 

Sebelumnya, Kejagung telah menahan dua orang tersangka dalam kasus tersebut. Dua orang tersangka yang ditahan yaitu, mantan Kepala Divisi Usaha PT PANN (Persero) atau mantan Kepala Divisi Treasury PT PANN (Persero) atau mantan Kepala Ship Management PT PANN (Persero) berinisial “LW” dan Direktur Utama PT Meranti Maritime berinisial “HD”.

 

“Dua orang tersangka itu ditahan di rumah tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 13 Maret 2017 sampai dengan 1 April 2017,” ujar Rum .

 

Dua tersangka tersebut ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan, yaitu nomor: Print-14/F.2/Fd.1/03/2017 tanggal 13 Maret 2017 atas nama tersangka “LW” dan nomor: Print-15/F.2/Fd.1/03/2017 tanggal 13 Maret 2017 atas nama tersangka “HD”.‎(Richard)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*