Breaking News

Koalisi Keumatan Bisa Ancam Persatuan, PKL Tolak Gagasan Sektarianisme di Pilpres 2019

Koalisi Keumatan Bisa Ancam Persatuan, PKL Tolak Gagasan Sektarianisme di Pilpres 2019.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menolak gagasan sektarianisme dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilres) 2019. Oleh karena itu, Koalisi Keumatan yang digagas sejumlah pihak, tidaklah tepat untuk Indonesia.

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun mengatakan, Koalisi Keumatan bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di Pilpres mendatang.

“Kami menolak dengan tegas gagasan koalisi keumatan dalam Pilpres RI 2019,” tutur Ali, dalam keterangan pers, Kamis (07/06/2018).

Dia menegaskan, walaupun disebut sebagai hak politik, namun koalisi keumatan seperti itu dapat memicu makin meruncingnya bola salju isu agama dalam Pilpres.

“Yang bisa membahayakan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Jangan bermain api soal isu agama karena sangat berbahaya, bisa membubarkkan Indonesia,” tutur Ali Mahsun.

Dia menegaskan, landasan dasar Indonesia sudah final, sudah tuntas. Soal agama, suku, ras dan etnik ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Jadi tidak perlu dipersoalkan lagi, apalagi dijadikan komoditas politik hanya demi kekuasaan belaka,” katanya.

Pria yang juga akrab dikenal sebagai Presiden Kawulo Alit Indonesia ini menegaskan, APKLI tidak pernah akan membiarkan Indonesia dipecah belah.

“Kita tidak pernah ikhlas, tidak akan pernah rela dan tidak akan membiarkan siapa saja, baik anak bangsa sendiri mau pun bangsa asing yang bermaksud memecah belah bangsa Indonesia dengan dalih dan alasan apapun,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam koridor Pancasila dan UUD 1945. Ali mendesak segenap pimpinan Partai Politik untuk jernih menggunakan hati yang terdalam menyikapi gagasan koalisi keumatan dalam Pilpres RI 2019.

Dia mengatakan, PKL, Pelaku Ekonomi Rakyat dan Kawulo Alit seluruh Indonesia secara bersama-sama akan berada di garda terdepan menjadi benteng kesatuan dan persatuan bangsa.

“Serta mempertahankan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Apapun resikonya bahkan nyawa pun jadi taruhannya,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*