Breaking News

KLHK Ingin Genjot Ekspor Kayu

KLHK Ingin Genjot Ekspor Kayu.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yakin ekspor kayu Indonesia dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Keyakinan kenaikan ekspor kayu dapat dilihat dari kenaikan ekspor produk kayu selama lima tahun terakhir.

 

Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono mengatakan, pasar dunia belum menyerap produksi produk kayu Indonesia dengan maksimal. Sejak tahun 2012 ekspor kayu mencapai 6 miliar Dolar Amerika dan terus meningkat hingga tahun 2017 menjadi 11 miliar Dolar Amerika.

 

“Memasuki 2018, pada bulan Januari saja ekspor produk kayu telah menghasilkan sebesar  1 miliar Dolar Amerika, sampai akhir 2018 bisa mencapai  12 miliar Dolar Amerika minimal,” ucapnya, di Jakarta, Kamis (01/02/108).

 

Menurutnya, produk kayu Indonesia akan lebih bisa diterima dan dipercaya oleh Dunia lantaran adanya kebijakan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Kebijakan SVLK merupakan jaminan legalitas produk kayu dari hulu hingga hilir.

 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya juga mendukung permintaan Presiden Joko Widodo untuk mendorong peningkatan ekspor nasional dari sektor kehutanan.

 

Selain itu ia juga mengingatkan agar pemerintah menjalankan PP no 46 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup untuk antara lain carbon credit, perhutanan sosial dan lain-lain. Selain itu, melakukan deregulasi beragam kebijakan sektor yang tumpang tindih dan kedaluwarsa, salah satunya pembayaran dana reboisasi (DR) ke dalam rupiah.

 

“Ekspor kita bisa tingkatkan lagi kalau di hulunya meningkat. Pemerintah juga harus memperkuat aturan yang mendorong investasi baru masuk,” ungkapnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*