Breaking News

Kerjasama BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Disetop, Faskes Semakin Sulit Diakses dan Peserta Terlantar

Kerjasama BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Disetop, Faskes Semakin Sulit Diakses dan Peserta Terlantar.

Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Rumah Sakit diingatkan agar tidak seenaknya memutus kerjasama yang sudah ada.

 

Pasalnya, jika kerjasama disetop, para peserta BPJS Kesehatan akan kian sulit mengakses fasilitas kesehatan dan akan sangat merugikan masyarakat.

 

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyampaikan, pemutusan kerjasama BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit menunjukkan bahwa kedua belah pihak hanya memikirkan keuntungan bagi diri sendiri, tanpa memperdulikan nasib masyarakat, terutama para peserta BPJS itu sendiri.

 

Timboel Siregar mengungkapkan, sebagaimana yang terjadi antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Siloam, yang mana keduabelah pihak sudah menyetop kerjasama.

 

“Apa masalah antara BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Siloam sehingga kerjasama sementara diputus?  Tentunya pemberitahuan ini merugikan peserta BPJS,” tutur Timboel Siregar, di Jakarta, Rabu (24/01/2018).

 

Kerugian yang dialami para peserta BPJS, lanjut dia, yaitu fasilitas kesehatan atau faskes lanjutan yang akan melayani peserta BPJS Kesehatan menjadi berkurang.

 

“Dan pada akhirnya akan ada potensi peserta lebih sulit mengakses faskes lanjutan,” ujar Timboel.

 

Oleh karena itu, BPJS Watch mendorong BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Siloam agar semaksimal mungkin mempertahankan kerjasama sehingga faskes lanjutan tetap bisa melayani peserta.

 

“Pemutusan kerjasama ini diindikasikan adanya kecurangan yang dilakukan Rumah Sakit sehingga BPJS memutus kerjasama. Untuk hal ini hendaknya BPJS  menempuh upaya hukum saja, baik pidana maupun perdata, jangan memutus kerjasama,” saran Timboel.

 

Dia pun menyarankan agar BPJS Kesehatan melaporkan oknum Rumah Sakit yang terindikasi melakukan kecurangan itu kepada aparat kepolisian.

 

“Sepertinya BPJS ‘senang’ memutus kerjasama tanpa mempertimbangkan akses peserta. Pada intinya BPJS harus semaksimal mungkin berupaya untuk tidak  mengorbankan peserta,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*