Breaking News

Kerap Lakukan Union Busting Dan Gencar PHK Buruh Sepihak, SBSI Berau Akan Geruduk PT Jabontara Eka Karsa

Kerap Lakukan Union Busting Dan Gencar PHK Buruh Sepihak, SBSI Berau Akan Geruduk PT Jabontara Eka Karsa.

Upaya pemberangusan Serikat Buruh dan gencarnya PT Jabontara Eka Karsa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dengan tidak membayar upah dari karyawannya mendorong Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur untuk segera menggeruduk perusahaan itu.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sjahtera Indonesia (DPC SBSI) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sayadi, setelah mengalami tidak adanya upaya yang serius dari aparat hukum dan juga pihak manajemen perusahaan untuk melakukan perundingan secara baik-baik dan malah kian arogan melakukan pemecatan terhadap buruh.

“Kita akan mendemo perusahaan itu. PT Jabontara Eka Karsa sudah semakin arogan. Padahal kita sudah melakukan berbagai cara untuk mengajak perusahaan agar mau duduk bersama membahas kasus PHK sepihak yang dilakukan kepada karywannya. Namun, tidak ada itikad baik ataupun jalan keluar yang diberikan oleh pihak perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujar Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sjahtera Indonesia (DPC SBSI) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sayadi, Selasa (7/2/2017).

Selama ini, lanjut dia, SBSI yang dipimpinnya di perusahaan itu pun senantiasa mengikuti langkah formal dan prosedur hukum yang berlaku. Namun, kini pihak perusahaan sepertinya tidak mau tahu.

“Setiap permasalahan apapun kami dari DPC SBSI FIKEP Kabupaten Berau selalu ikut aturan prosedur dari mengirim surat untuk berunding secara lisan dan surat pertama, kedua dan ketiga,” kata dia.

Sampai saat ini, lanjut dia, belum ada respon yang diberikan oleh pihak perusahaan menanggapi pemintaan untuk berunding terhadap DPC SBSI Kabupaten Berau. Mereka sangat menyayangkan sikap perusahaan yang tidak mau diajak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik.

Selain PHK sepihak yang dilakukan oleh Pihak perusahaan, Sayadi mengatakan, PT Jabontara Eka Karsa juga belum membayarkan upah dari karyawan yang juga merupakan anggota SBSI tesebut. Karena itu, belum ada upaya lain yang bisa dilakukan buruh selain menggeruduk perusahaan karena mengangkangi hak-hak buruh.

“Kami sudah berupaya punya etika baik tapi pihak pengusaha tidak punya etika baik dengan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh. maka tidak ada jalan lain lagi kami akan lawan dan kami demo, apa maunya dia,” ucapnya.

Perusahaan dianggap telah melanggar Undang-Undang Ketenaga Kerjaan nomor 13 tahun 2003 pasal 151 ayat 1 tentang Ketenagakerjaan. “Sebagai warganegara Indonesia, pihak perusahaan harus patuh dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk Undang Undang perburuhan,” pungkas Sayadi.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*