Breaking News

Kepala Daerah Terpilih Wajib Lanjutkan Program Pro Rakyat & Bumikan Pancasila

Kepala Daerah Terpilih Wajib Lanjutkan Program Pro Rakyat & Bumikan Pancasila.

Setiap Kepala Daerah yang sudah terpilih dalam Pilkada Serentak 2018 lalu wajib melanjutkan program-program pro rakyat dan wajib membumikan Pancasila di masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GmnI) Kota Bekasi, Afif Fauzi.

Dia menegaskan, terkhusus untuk Kota Bekasi, pihaknya menyerukan agar Walikota dan Wakil Walikota terpilih yakni Rahmat Effendi dan Tri Adianto bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pemerintah Kota Bekasi.

“Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan kedua pemimpin ini, termasuk yang mereka janjikan pada waktu kampanye pilkada yang lalu. Bukan hanya pembangunan fisik saja, namun juga pembangunan dibidang mental dan spritual,” tutur Afif Fauzi, Senin (13/08/2018).

Dia mengatakan, dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila akan membuat pemerintah Kabupaten/Kota semakin cepat menjalankan program pro rakyat.

“Misalnya, Rahmat Effendi dan Tri Adianto sangat paham problematika pelayanan publik di kota Bekasi,” ujarnya.

Sebagai ‘Kota Patriot’, lanjut Afif, Bekasi dianggap perlu untuk menonjolkan sisi nasionalisme yang berwatak kerakyatan, dari konsepsi pembangunan, penentuan kebijakan hingga pelayanan.

“Karena itu, PA GMNI Kota Bekasi meminta komitmen Rahmat Effendi tentang menjaga nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak sekedar janji kampanye belaka,” ujarnya.

Bagi Afif, periode ke 2 kepemimpinan Rahmat Effendi hendaknya mampu mewujudkan konsep membumikan Pancasila di Bumi Patriot, mulai dari pembuatan kebijakan yang senantiasa berlandas pada Pancasila, sistem pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila, hingga konsep pelayanan pegawai pemerintahan Kota yang humanis-Pancasilais.

Apalagi, lanjut dia, Kota Bekasi adalah miniatur keberagaman atau pluralisme yang harus dijaga keharmonisannya. Dengan demikian, menurut Afif, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, benar nyata ada di tengah kehidupan beragama di Kota Bekasi.

“Sehingga Bekasi menjadi kota yang meghargai perbedaan dalam beribadah dan bisa saling berdampingan. Agar, masyarakatnya punya kearifan yang saling menghargai tanpa memandang sentimen suku, agama ras dan antar golongan (SARA),” ujar Afif.

Dia juga mengingatkan, pemerintah perlu meningkatkan hubungan masyarakat yang hidup rukun dan damai. Dalam Kitab Sutasoma, kata dia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tegas menggambarkan masyarakat pada waktu itu hidup berdampingan dan bersaudara dalam perbedaan keyakinan.

“Dalam kaitan ini, PA GMNI Kota Bekasi mendorong adanya Peraturan Daerah yang mengatur tentang pendidikan karakter yang bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, mulai dari sekolah, pejabat publik. Dengan adanya Perda ini, siswa semakin memahami karakter dan nilai-nilai kebangsaan, anak-anak sudah tertanam cinta tanah air dan pejabat akan mengabdikan diri penuh jiwa untuk bangsa,” kata Afif.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*